Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Budaya Jadi Modal Pembangunan, Gubernur Mirza Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung
Lampungpro.co, 26-Jun-2026

Febri 187

Share

Gubernur Lampung Saat Hadiri Kegiatan Budaya Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, adat dan budaya harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah, agar kemajuan yang dicapai tetap memiliki karakter dan identitas yang kuat.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat meninjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk Bandar Lampung di Lamban Dalom Negeri Olok Gading, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).

"Adat dan budaya harus menjadi fondasi pembangunan daerah, adat dan budaya harus kita junjung tinggi, baik dengan masyarakat Lampung maupun mereka yang datang ke Lampung. Inilah fondasi ke depan," tegas Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut Gubernur Lampung, kemajuan yang dirasakan Lampung saat ini tidak terlepas dari nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan para leluhur.

Nilai-nilai tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Sakai Sembayan, Nengah Nyappur, dan Juluk Adok.

Kelima falsafah tersebut, telah menjadi pedoman masyarakat Lampung selama ratusan tahun dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan terbuka terhadap keberagaman.

Gubernur mengingatkan, arus globalisasi dan perkembangan teknologi tidak boleh mengikis karakter generasi muda. Menurutnya, pembangunan fisik dan ekonomi tidak akan berarti apabila masyarakat kehilangan identitas budaya yang menjadi jati diri daerah.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sedang mengidentifikasi dan menyiapkan 16 desa budaya yang akan direvitalisasi, dan dikembangkan sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Gubernur menilai, Desa Budaya Negeri Olok Gading memiliki nilai historis yang sangat penting. Kawasan tersebut, pernah menjadi pusat aktivitas perdagangan dan kehidupan masyarakat Lampung pada abad ke-19 sebelum letusan Krakatau tahun 1883.

"Budaya, seni, kehidupan sosial, hingga aktivitas perdagangan pernah berkembang sangat baik di kawasan ini. Nilai-nilai itu yang ingin kita hidupkan kembali agar masyarakat Indonesia dapat melihat Lampung yang sesungguhnya," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, pengembangan desa budaya juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan pelestarian yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kawasan budaya Negeri Olok Gading diharapkan dapat menjadi etalase budaya Lampung, sekaligus destinasi wisata unggulan yang memperkuat identitas daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved