Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Peneliti Polinela Ungkap Potensi Air Kelapa untuk Percepat Kecambah Benih Tembakau
Lampungpro.co, 16-Sep-2026

Sandy 275

Share

Tim peneliti dosen dari Polinela menguji pemanfaatan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami tanaman tembakau | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Air kelapa yang selama ini kerap terbuang setelah daging buahnya diambil ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam budidaya tanaman. Tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menguji pemanfaatan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami untuk membantu memecahkan dormansi benih tembakau.

Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan air kelapa dengan konsentrasi 75 persen mampu menghasilkan daya berkecambah benih tembakau hingga 90,44 persen. Temuan ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah air kelapa sekaligus upaya mencari bahan alami yang lebih mudah diperoleh untuk mendukung proses pembenihan.

Penelitian tersebut berjudul “Optimalisasi Limbah Air Kelapa sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Durasi Perendaman untuk Memecah Dormansi Benih Tembakau”. Riset diketuai Lu'lu' Kholidah Fauziah, S.Si., M.Sc., bersama tiga dosen lainnya, yakni Nindy Permatasari, S.Pd., M.Sc., Resti Puspa Kartika Sari, S.P., M.Si., dan Maisuri Hardani, M.Pd.

Pelaksanaan penelitian tersebut juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi PMIP dan PTK Polinela. Tim mengkaji pengaruh konsentrasi air kelapa serta lama perendaman terhadap kemampuan benih tembakau untuk berkecambah.

Pemanfaatan air kelapa sebagai bahan penelitian berangkat dari persoalan yang cukup sederhana. Di pasar tradisional, konsumen umumnya membeli kelapa parut, sementara air kelapa sering kali tidak dimanfaatkan dan akhirnya menjadi limbah.

Jika tidak segera dikelola, air kelapa yang terbuang dapat menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan. Di sisi lain, kandungan senyawa alami di dalam air kelapa membuatnya berpotensi dimanfaatkan untuk keperluan pertanian.

Salah satu persoalan dalam budidaya tembakau adalah dormansi benih. Kondisi tersebut membuat benih sulit atau tidak segera berkecambah sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung tidak seragam.

Bagi petani, perkecambahan yang tidak seragam dapat menyulitkan pengelolaan tanaman sejak tahap awal. Karena itu, diperlukan perlakuan tertentu untuk membantu memecahkan dormansi dan meningkatkan kemampuan benih dalam berkecambah.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7340


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved