Selain itu, diperkenalkan SAI WIRA, program yang mendorong pemberdayaan wirausaha muda agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, serta memiliki daya saing.
BPOM Bandar Lampung juga memperkenalkan program ABSO (Ayo Buang Sampah Obat) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah obat secara tepat dan bertanggung jawab.
Kepala BPOM Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah, BPOM, masyarakat, serta kelompok-kelompok yang berkepentingan dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih inklusif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada pemenuhan prosedur, tetapi juga benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kelompok disabilitas dan kelompok rentan, kata dia, perlu menjadi bagian penting dalam proses penyusunan maupun evaluasi pelayanan publik. Dengan demikian, berbagai kebijakan dan inovasi yang dibuat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Forum Konsultasi Publik tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang setara dan mudah diakses, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat dan pangan.
Keterlibatan PKDL dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan suara penyandang disabilitas ikut diperhitungkan dalam pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Lampung. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Lampung Selatan
884
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia