Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan pemahaman bahwa pemanfaatan bahan pakan lokal tidak cukup hanya berdasarkan ketersediaannya.
Kandungan nutrisi, karakteristik bahan, tingkat pemanfaatan, serta keseimbangan formulasi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar pakan yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan ternak.
Melalui diskusi dan praktik, peternak diajak mengenali berbagai alternatif bahan yang dapat digunakan sebagai bagian dari pakan komplit.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat peternak tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pakan, tetapi mampu memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Antusiasme anggota Kelompok Tani Makmur II terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peternak aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mengenai pola pemberian pakan yang selama ini mereka terapkan.
Mereka juga mulai melihat bahwa sejumlah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, seperti jerami padi, kulit kopi, dan limbah singkong, ternyata memiliki nilai guna sebagai bahan pakan apabila diproses dan diformulasikan secara tepat.
Ketua Kelompok Tani Makmur II menyambut baik program pendampingan yang dilakukan Polinela. Menurutnya, pemanfaatan bahan pakan yang tersedia di sekitar desa dapat menjadi alternatif bagi peternak, terutama ketika persediaan hijauan tidak mencukupi.
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
14030
182
11-Aug-2026
235
11-Aug-2026
284
11-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia