Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Polinela Gelar In House Training, Penguatan dan Strategi Pengembangan Bisnis Vokasi
Lampungpro.co, 31-Oct-2026

Sandy 184

Share

Wakil Direktur Bidang Akademik Polinela, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si | LAMPUNGPRO.CO/@Humas

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun sistem tata kelola Teaching Factory yang jelas, terukur, dan akuntabel. Pembagian tugas dan tanggung jawab setiap unsur pengelola menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kegiatan operasional berjalan efektif, sekaligus menjaga kualitas produk dan layanan yang dihasilkan.

Selain itu, pengelolaan keuangan dan aset juga menjadi perhatian penting agar Teaching Factory dapat menjalankan aktivitas bisnis secara transparan, efisien, dan berkelanjutan. Melalui penguatan kelembagaan tersebut, setiap program studi diharapkan mampu mengembangkan Teaching Factory dengan sistem pengelolaan yang lebih profesional.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Andriyanto, Owner Bana Bee (Bana Bee Banana Sticks), sebuah brand makanan ringan atau camilan sehat asal Lampung yang mengembangkan produk berbahan 100 persen buah pisang muli khas Lampung.

Dalam sesi ini, Andriyanto membagikan pengalaman dan praktik langsung dalam membangun serta mengembangkan usaha, khususnya mengenai analisis pasar, strategi pemasaran, penguatan branding, digital marketing, dan pengembangan kemitraan. Peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana sebuah produk dapat dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik konsumen, keunggulan bahan baku lokal, kualitas produk, serta strategi komunikasi pemasaran yang tepat.

Pengalaman Bana Bee dalam mengolah potensi komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah menjadi salah satu contoh praktik pengembangan bisnis yang dapat menjadi referensi bagi pengelola Teaching Factory di lingkungan Jurusan Teknologi Pertanian Polinela. Materi ini diharapkan mampu mendorong program studi untuk lebih inovatif dalam mengembangkan produk unggulan yang memiliki peluang pasar dan potensi komersial.

Melalui kombinasi materi tata kelola kelembagaan dan praktik pengembangan bisnis tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perencanaan dan pengembangan Teaching Factory di masing-masing program studi.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan evaluasi terhadap seluruh rangkaian pelatihan serta penyampaian rencana pengembangan Teaching Factory dari setiap program studi. Masing-masing program studi memaparkan potensi, gagasan, dan rencana pengembangan TeFa yang akan dituangkan dalam bentuk proposal pengembangan.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

574


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved