Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Polinela Kawal Program Cetak Sawah 1.428 Hektar di Lampung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Lampungpro.co, 09-May-2026

Sandy 273

Share

Tim Polinela Pengawas Ahli dalam pengembangan cetak sawah pertanian | LAMPUNGPRO.CO/Humas_Polinela

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Pemerintah terus memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan pertanian di Provinsi Lampung. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pre Construction Meeting (PCM) Program Pengawasan Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kementerian Pertanian RI, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Irigasi dan Lahan Pertanian melalui Balai Pengelolaan Irigasi dan Lahan itu menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 1.428 hektar di sejumlah wilayah di Lampung.

Dalam program tersebut, Politeknik Negeri Lampung dipercaya sebagai Tim Pengawas Ahli untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar teknis dan target yang telah ditetapkan.

Tim pengawas dari Polinela dipimpin oleh Respati Anton Sasongko dengan didampingi Hendri Gustian sebagai Quality Quantity Engineering (QQE). Selain itu, terdapat pula Adi Purnomo sebagai operator GIS, serta Evan Febri Miranda dan Muhammad Iqbal yang bertugas di bidang administrasi.

Sementara pelaksanaan kegiatan di lapangan akan melibatkan jajaran TNI, yakni Kodim Lampung Timur serta Kodim Tulang Bawang dan Mesuji.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kepala BRMP Lampung, Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, perwakilan Korem 043, para Dandim, Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Timur, hingga tim pengawas Polinela dan penyuluh pertanian penanggung jawab kabupaten.

Dalam pertemuan itu, terdapat dua poin utama yang menjadi perhatian bersama. Pertama terkait efisiensi penggunaan anggaran dan perencanaan kebutuhan alat pengolahan lahan agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga pekerjaan di lapangan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi kualitas hasil.

Selain itu, forum juga menyoroti strategi percepatan tanam dan panen setelah proses pembukaan lahan selesai dilakukan. Kepala BRMP Lampung meminta agar program tidak berhenti pada tahap pencetakan sawah saja, tetapi langsung diikuti percepatan penanaman.

Untuk mendukung langkah tersebut, para penyuluh pertanian diminta segera mengusulkan bantuan benih dan dolomit melalui aplikasi e-Banper serta melaporkannya ke sistem e-Pusluh.

Kegiatan PCM ini menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat, sekaligus memetakan berbagai potensi kendala di lapangan sebelum program dijalankan secara penuh.

Dengan pengawasan dari tim akademisi Polinela dan dukungan personel TNI di lapangan, Program Cetak Sawah Rakyat 2026 diharapkan mampu berjalan optimal, tepat waktu, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan di Provinsi Lampung. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Jangan Berhenti di Satu Kasus, Bongkar Jaringan...

Inilah sisi gelap era digital yang mulai mengancam generasi...

4743


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved