Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

RSJ Provinsi Lampung Berganti Nama Jadi RS Alamsjah Ratu Perwiranegara
Lampungpro.co, 13-Aug-2026

Adi 163

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal | Lampungpro.co

PESAWARAN (Lampungpro.co): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan perubahan nama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung menjadi Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara, Rabu (12/8/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti nama rumah sakit oleh Gubernur Mirza di pelataran rumah sakit. Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran Forkopimda, Bupati Lampung Utara, Bupati Pesawaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), keluarga besar Alamsjah Ratu Perwiranegara, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Gubernur Mirza mengatakan, perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian identitas, tetapi bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada Mayjen TNI (Purn.) Alamsjah Ratu Perwiranegara atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara, khususnya bagi pembangunan Lampung.

"Karena itu, pemberian nama Alamsjah Ratu Perwiranegara tidak sekadar mengganti papan nama rumah sakit. Ini adalah bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada salah satu putra terbaik Lampung yang telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara," ujar Mirza.

Menurutnya, nama seorang tokoh tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga membawa sejarah, keteladanan, dan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan.

Ia berharap sosok Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat menjadi inspirasi bagi jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, terutama generasi muda. Nilai integritas, disiplin, loyalitas, serta pengabdian yang melekat pada sosok tersebut diharapkan tercermin dalam pelayanan rumah sakit.

"Beliau dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, dan pengabdian. Nilai-nilai inilah yang ingin kita hadirkan di rumah sakit ini," katanya.

Mirza menegaskan, penghormatan terhadap seorang tokoh tidak cukup hanya dengan mengabadikan namanya. Keteladanan tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

630


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved