Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Selamat Jalan Gilang Agusman, Tawa dan Semangatmu Akan Selalu Kami Kenang
Lampungpro.co, 25-Apr-2026

Admin 219

Share

Foto: Gilang Agusman

Selamat jalan, kawan. Semoga engkau kini beristirahat dengan tenang di sisi-Nya, dalam damai yang abadi.

Kabar duka ini sejatinya datang terlambat sampai kepada penulis. Sudah cukup lama kami tak saling menyapa, tak bertukar cerita seperti hari-hari sebelumnya. Hingga akhirnya, seorang rekan dosen di Universitas Malahayati menyampaikan kabar yang membuat hati terhenyak bahwa salah satu kawan terbaik penulis telah lebih dahulu berpulang, meninggalkan dunia yang fana ini.

Beliau adalah Gilang Agusman. Sosok yang begitu lekat dalam ingatan, energik, ceria, penuh semangat, dan memiliki visi yang jelas tentang masa depan. Ketegasannya berpadu dengan karakter yang kuat, menjadikannya pribadi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menginspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Penulis mengenal Gilang bukan sekadar sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai teman seperjuangan. Kami pernah berada dalam satu ruang kerja yang sama di Bagian Humas Universitas Malahayati, Bandar Lampung, sejak Mei 2023 hingga Desember 2024. Dalam rentang waktu itulah, penulis menyaksikan secara langsung bagaimana dedikasi dan etos kerja Gilang begitu luar biasa. Di usianya yang masih muda, sekitar 29 tahun, ia telah menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Saat itu, ia memang belum menikah, namun telah memiliki rencana besar dalam hidupnya, termasuk mempersiapkan diri untuk membangun rumah tangga dengan calon yang telah ia pilih.

Selama hampir satu setengah tahun, kebersamaan itu diisi dengan berbagai aktivitas mulai dari menyusun strategi publikasi, menulis dan menyebarluaskan berita kegiatan akademika, hingga mendukung citra institusi di hadapan publik. Gilang menjalani semua itu dengan penuh semangat, seolah tak mengenal lelah. Ia bukan hanya bekerja, tetapi benar-benar menikmati setiap prosesnya.

Di luar aktivitas kampus, Gilang juga dikenal sebagai seorang penyanyi di salah satu grup band di Lampung. Akhir pekannya sering diisi dengan jadwal manggung, baik di dalam maupun luar daerah. Musik baginya bukan sekadar hobi, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri dan berbagi energi positif kepada banyak orang.

Satu hal yang selalu penulis ingat dari dirinya adalah cara ia menghadapi hidup—dengan keceriaan dan semangat yang tak pernah padam. Baginya, tidak ada kata mustahil. Setiap tantangan adalah peluang untuk belajar, setiap kekurangan adalah ruang untuk memperbaiki diri. Ia terbuka terhadap masukan, mau mendengar, dan tidak ragu untuk berubah menjadi lebih baik.

Dalam pekerjaan, Gilang adalah pribadi yang memegang prinsip. Ia percaya pada sistem dan alur koordinasi yang jelas. Baginya, profesionalitas bukan sekadar kata, tetapi harus dijalankan dengan konsisten. Ia selalu menegaskan bahwa setiap pekerjaan harus melalui satu pintu, yakni melalui Kepala Bagian Humas. Bahkan dengan gaya khasnya, ia sering berkata, “Kalau saya, apa kata Bang Emil,” merujuk pada pimpinan langsungnya saat itu. Sebuah kalimat sederhana yang mencerminkan loyalitas, disiplin, dan integritasnya dalam bekerja.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Gilang akan pergi secepat ini. Terakhir kali penulis mendengar kabarnya adalah saat menghadiri Wisuda ke-39 Universitas Malahayati pada Desember 2025. Dari beberapa rekan, penulis mendapat informasi bahwa ia tengah sakit dan menjalani perawatan di Jakarta. Namun, kehendak Tuhan berkata lain. Gilang harus lebih dahulu kembali, pulang ke tempat asalnya, menghadap Allah SWT.

Kini, yang tersisa adalah kenangan—tentang tawa, semangat, dan nilai-nilai hidup yang ia tinggalkan. Semoga segala kebaikan yang pernah ia tanam menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan semoga ia ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, Gilang. Terima kasih atas semua pelajaran, kebersamaan, dan jejak kebaikan yang engkau tinggalkan. Engkau mungkin telah pergi, tetapi kenangan dan inspirasimu akan selalu hidup di hati kami.

Muhammad Asyihin, S. Pd., M.M

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Transportasi Massal Bandar Lampung: Masih Jadi Kebutuhan,...

Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...

1163


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved