Ia juga meminta pengurus yayasan, tenaga pendidik, serta orang tua siswa untuk tetap tenang menyikapi kondisi tersebut.
Menurutnya, proses yang berjalan saat ini merupakan bagian dari tahapan administratif yang harus dilalui.
Asroni mengaku memahami kegelisahan berbagai pihak, terutama yayasan yang berupaya menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.
Terlebih, SMA Siger selama ini menyasar pada siswa dari keluarga yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.
“Saya memahami kegelisahan pengurus yayasan, para guru, dan orang tua siswa. Namun, kita harus melihat ini sebagai proses menuju perbaikan sistem,” kata Asroni.
Ia menilai pendirian SMA Siger merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
Asroni menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan hak pendidikan siswa tetap terjaga dan tidak terdampak persoalan administratif.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
670
275
06-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia