Inisiatif tersebut, juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan bioetanol, mulai dari penerapan campuran E5 menuju E10, hingga E20 pada masa mendatang.
Lampung sendiri, memiliki sejumlah keunggulan untuk mengembangkan industri bioetanol. Selain ketersediaan lahan dan ekosistem pertanian, Lampung juga memiliki agroindustri, serta sumber daya yang dapat diintegrasikan dengan pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa.
Gubernur Mirza menekankan, pengembangan industri bioetanol tidak cukup hanya dengan membangun pabrik. Namun ekosistem yang mendukungnya, juga harus disiapkan secara menyeluruh.
Ekosistem tersebut, mencakup pengembangan benih, budidaya tanaman, mekanisasi pertanian, pengolahan biomassa, produksi bioetanol, hingga pemanfaatan produk turunannya.
Karena itu, pengembangan sorgum sebagai bahan baku atau feedstock dan pembangunan Bioethanol Development Center Lampung, harus berjalan sebagai satu kesatuan.
Pusat pengembangan ini, diharapkan menjadi tempat lahirnya inovasi, pengembangan riset, pengujian teknologi, pengumpulan data, serta penyusunan model bisnis yang dapat diterapkan dalam skala industri.
Pengembangan sorgum dan bioetanol dinilai membuka peluang baru bagi petani, tenaga kerja, UMKM, dunia usaha, peneliti, dan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.
Berikan Komentar
Lampung Selatan
669
Polinela
843
Kominfo LamSel
650
669
22-Oct-2026
843
22-Oct-2026
650
22-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia