Bandar Lampung (Lampungpro.co) : Pusat Kajian dan Layanan Halal (PKLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyelenggarakan Pembinaan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Provinsi Lampung di Meeting Room Gedung Academic & Research Center, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dalam mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Produk Halal sekaligus memperkuat sinergi antara BPJPH, perguruan tinggi, dan para pendamping halal di Provinsi Lampung.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor I, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., yang mewakili Rektor. Hadir sebagai narasumber utama Sekretaris Utama BPJPH, Dr. Mohammad Aqil Irham, M.Si., dengan moderator Kepala PKLH LP2M UIN RIL, Dr. Edi Susilo, M.H.I.
Dalam sambutannya, Prof. Andi Thahir menegaskan bahwa UIN RIL terus membangun ekosistem halal melalui penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, dan infrastruktur pendukung.
Ia menjelaskan, pengembangan laboratorium halal UIN RIL mendapat dukungan dari Tomsk State University, Rusia. Melalui kerja sama tersebut, tim laboratorium memperoleh pelatihan. Bahkan, fasilitas laboratorium yang dimiliki UIN RIL mendapat apresiasi dari mitra internasional tersebut.
“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan penerapan ISO 17025 untuk Laboratorium Halal. Harapannya, laboratorium ini nantinya dapat melayani berbagai pengujian sampel halal,” katanya.
Menurutnya, UIN RIL telah memiliki ekosistem halal yang saling mendukung, mulai dari Pusat Kajian dan Layanan Halal (PKLH), Laboratorium Halal, hingga Prodi Kimia dan Biologi yang memiliki distingsi basis pengembangan keilmuan halal.
Prof. Andi menilai LP3H memiliki peran strategis dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK), untuk memperoleh sertifikat halal. Menurutnya, pendamping halal tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi agen pembinaan masyarakat yang memastikan proses sertifikasi halal berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga menyampaikan, jumlah tenaga laboran halal di UIN RIL terus bertambah, seiring pengembangan Fakultas Kedokteran, sehingga diharapkan mampu memperkuat layanan pendampingan halal yang berkualitas kepada masyarakat.
Sementara itu, Sestama BPJPH, Dr. Mohammad Aqil Irham, M.Si., menyampaikan materi bertajuk ‘Future of Halal Workforce: Peran SDM Lintas Sektor dalam Mendukung Wajib Halal Oktober (WHO) dan Ekosistem Halal’.
Dalam paparannya, Aqil menekankan bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Masing-masing institusi saling berkaitan dan saling mendukung. Sudah sepatutnya kita saling membantu, saling mengisi, dan saling berbagi pengalaman dalam rangka memperkuat ekosistem halal. Sertifikat halal hanyalah salah satu bagian dari ekosistem halal yang lebih besar,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh lembaga pendamping, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pihak untuk bersama-sama menyukseskan program Wajib Halal Oktober 2026 (WHO 2026).
“Mari kita bersinergi mewujudkan Wajib Halal Oktober 2026. Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bergerak bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aqil juga memaparkan perkembangan implementasi sertifikasi halal di Provinsi Lampung. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Tahun 2025, terdapat 903.922 usaha mikro dan kecil (UMK). Hingga 21 Juli 2026, jumlah sertifikat halal yang telah diterbitkan mencapai 213.233 atau sekitar 23 persen dari total UMK di Provinsi Lampung.
Sementara itu, kuota Program Sehati Tahun 2026 untuk Provinsi Lampung sebanyak 34.112 sertifikat telah dimanfaatkan seluruhnya atau mencapai 100 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung saat ini memiliki 6.621 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang tersebar pada berbagai LP3H, termasuk UIN Raden Intan Lampung. (***)
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
9020
Bandar Lampung
1103
Bandar Lampung
917
Bandar Lampung
905
1103
31-Jul-2026
917
31-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia