Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Waspada! PDGI Catat 92 Persen Warga Indonesia Alami Kerusakan Gigi
Lampungpro.co, 26-Jan-2019

Erzal Syahreza 831

Share

Kesehatan, Gigi, PDGI

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mencatat sekitar 92 persen warga Indonesia mengalami kerusakan gigi. Selain itu kesehatan gigi dan mulut di Indonesia juga memburuk dibanding 5 tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar PDGI, Dr, drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM(K)., MM di sela acara Rakernas XII PDGI dan Seminar Ilmiah Nasional Kedokteran Gigi di hotel Patra Semarang. Acara tersebut dihadiri 1.360 dokter gigi dari berbagai daerah.

dr Hananto menjelaskan, dalam Rakernas ada 4 hal yang dibahas yaitu terkait laporan ketua, evaluasi kinerja, pembahasan solusi, dan persiapan untuk kongres. Perkembangan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia juga dibahas dan ternyata harus dievaluasi karena cenderung menurun hasilnya.

"Kesehatan gigi dan mulut Indonesia itu jelek dibanding 5 tahun lalu. Mungkin kerja kita, kerja pemerintah kurang. Maka kita minta dokter gigi bakti sosial memperbaiki dan edukasi ke masyarakat," kata Hananto, Jumat (25/1/2019).

Indikasinya yaitu dulu kerusakan pada setiap orang hanya antara 4 sampai 5 gigi, namun kini rata-rata 7 sampai 8 gigi rusak per orang. Kenyataan itu diketahui melalui riset langsung yang dilakukan 2.562 dokter gigi. Riset tersebut dilakukan 2018 dan hasilnya akan keluar akhir 2019. Namun sementara diketahui dari riset wawancara, 57,6 persen masyarakat Indonesia sakit gigi dan hanya 10,2 persen yang diobati ke dokter gigi.

"Tapi kenyataannya beda dengan hasil wawancara. Ada yang mengalami kerusakan tapi tidak sakit kemudian tidak ke dokter gigi. Hasil dari wawancara dan riset langsung ternyata kurang pas, nyatanya 92 persen penduduk Indonesia mengalami kerusakan gigi," jelas dokter gigi kepresidenan itu.

Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain munculnya dokter gigi ilegal bahkan yang hanya bermodalkan youtube namun mengikuti seminar agar mendapatkan sertifikat seminar. "Banyak dokter gigi ilegal, seolah tenaga medis. Misal ada tukang gigi, ahli gigi, tapi buka praktek, itu ratusan ribu jumlahnya," terangnya.

Faktor lain yaitu pemerataan penempatan dokter gigi. Meski ada 30 ribu dokter gigi yang praktek namun tidak merata terutama di daerah-daerah terpencil. Kesadaran masyarakat untuk berobat ke dokter gigi juga dianggap masih kurang sehingga perlu edukasi. "Saya akan membuat program dengan pemerintah untuk meningkatkannya entah nanti preventif atau lainnya," tegas Hananto.

Fenomena permasalahan gigi yang kini meningkat di kalangan generasi muda adalah gigi sensitif. Anggota PDGI, Dr. drg. Yuniarti Soeroso, Sp. Perio (K) mengatakan gaya hidup anak muda saat ini menyebabkan rentan dengan gigi sensitif dan dari hasil penelitian menyebutkan 2 dari 5 generasi muda mengalami gigi sensitif. "Generasi muda dikenal memiliki gaya hidup yang dinamis dengan mobilitas tinggi dan juga mengikuti tren contohnya perawatan pemutihan gigi," kata Yuniarti. (***/PRO3)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15911


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved