Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Anggota DPRD Lampung Miswan Rody Pergoki Dugaan Manipulasi Solar Subsidi di SPBU Gunung Sugih
Lampungpro.co, 28-Feb-2026

Admin 820

Share

Gambar hanya ilustrasi

Lampung Tengah (Lampungpro.co) : Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai NasDem, Miswan Rody, memergoki dugaan manipulasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sebuah SPBU di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Peristiwa itu terjadi ketika Miswan tengah mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertamina Dex di SPBU tersebut. Saat berada di lokasi, ia melihat papan pengumuman yang menyatakan “solar kosong”. Petugas SPBU juga disebut menolak pengisian solar bagi kendaraan colt diesel dengan alasan stok habis.

Namun situasi itu berubah tidak lama kemudian. Sebuah kendaraan tiba-tiba menyerobot antrean dan tetap dilayani untuk mengisi solar. Sopir kendaraan tersebut mengaku sebagai anggota dewan.

“Saya dengar sendiri petugas bilang solar kosong. Tapi tidak lama kemudian ada mobil menyerobot antrean dan tetap dilayani. Katanya anggota dewan. Saya tanya, ternyata bukan anggota dewan,” ujar Miswan, Sabtu (28/2).

Merasa janggal dengan kondisi tersebut, Miswan yang juga menjabat sebagai Ketua NasDem Lampung Tengah langsung melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU. Dari hasil pengecekan, diketahui stok solar di tangki SPBU ternyata masih tersedia sekitar 6.000 liter.

Menurutnya, informasi yang tidak sesuai dengan kondisi stok sangat merugikan masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang berhak mendapatkan solar bersubsidi.

“Kalau stok masih ada, jangan bilang kosong ke masyarakat. Sampaikan yang sebenarnya. Ini menyangkut hak rakyat kecil. Stok ada tapi masyarakat tidak dilayani, apapun alasannya, ini menyalahi,” tegasnya dengan nada kecewa.

Dalam penelusuran di lokasi, Miswan juga mengaku menerima pengakuan dari pekerja SPBU bahwa pengisian solar saat itu hanya diperbolehkan untuk pihak tertentu. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik manipulatif dalam distribusi solar bersubsidi.

Ia menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut hingga tingkat provinsi agar tidak terjadi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Saya akan tindak lanjuti sampai tingkat provinsi. Ini tidak bisa dibiarkan. Solar subsidi itu untuk rakyat, bukan untuk dimainkan,” tandasnya.

Sementara itu, Doni selaku petugas SPBU Seputih Jaya menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dinilai mengecewakan tersebut. Ia mengakui stok solar sebenarnya masih tersedia saat kejadian berlangsung.

“Pak Miswan kecewa dengan pelayanan kami. Kami minta maaf, ini kelalaian kami,” kata Doni.

Ia menjelaskan, pemberitahuan “solar kosong” dipasang karena keterbatasan operator di SPBU. Dari total lima operator, satu orang sedang mengikuti pelatihan. Selain itu, pihak SPBU juga sedang menunggu pengiriman BBM berikutnya.

“Stok masih ada sekitar enam ton. Tiga ton kami sisakan untuk menjaga tangki agar mesin tidak rusak. Operator kurang satu karena training. Rencana awal mau jual jam dua siang. Jadi kami off-kan sementara sambil menunggu minyak datang,” jelasnya.

Meski demikian, alasan tersebut dinilai tidak dapat sepenuhnya membenarkan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi stok di lapangan. Dugaan praktik manipulasi distribusi BBM subsidi pun berpotensi menjadi perhatian serius, mengingat disparitas harga antara solar subsidi dan nonsubsidi kerap memicu penyalahgunaan distribusi di sejumlah daerah.

Kasus ini kini menjadi sorotan terkait transparansi dan tata kelola distribusi BBM bersubsidi di wilayah Lampung, terutama agar penyaluran energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. (kutip:LW)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved