Ia menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut hingga tingkat provinsi agar tidak terjadi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
“Saya akan tindak lanjuti sampai tingkat provinsi. Ini tidak bisa dibiarkan. Solar subsidi itu untuk rakyat, bukan untuk dimainkan,” tandasnya.
Sementara itu, Doni selaku petugas SPBU Seputih Jaya menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dinilai mengecewakan tersebut. Ia mengakui stok solar sebenarnya masih tersedia saat kejadian berlangsung.
“Pak Miswan kecewa dengan pelayanan kami. Kami minta maaf, ini kelalaian kami,” kata Doni.
Ia menjelaskan, pemberitahuan “solar kosong” dipasang karena keterbatasan operator di SPBU. Dari total lima operator, satu orang sedang mengikuti pelatihan. Selain itu, pihak SPBU juga sedang menunggu pengiriman BBM berikutnya.
“Stok masih ada sekitar enam ton. Tiga ton kami sisakan untuk menjaga tangki agar mesin tidak rusak. Operator kurang satu karena training. Rencana awal mau jual jam dua siang. Jadi kami off-kan sementara sambil menunggu minyak datang,” jelasnya.
Meski demikian, alasan tersebut dinilai tidak dapat sepenuhnya membenarkan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi stok di lapangan. Dugaan praktik manipulasi distribusi BBM subsidi pun berpotensi menjadi perhatian serius, mengingat disparitas harga antara solar subsidi dan nonsubsidi kerap memicu penyalahgunaan distribusi di sejumlah daerah.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
985
Bandar Lampung
948
Kominfo Lampung
990
3467
28-Mar-2026
252
09-Mar-2026
985
08-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia