Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bandar Lampung Darurat Peredaran Uang Palsu, Para Pedagang Kecil Jadi Target Utama
Lampungpro.co, 12-Aug-2022

Febri Arianto 1371

Share

Pedagang Kue Keliling di Kemiling Saat Menunjukkan Uang Palsu yang Diterimanya | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Masyarakat Bandar Lampung kini mulai was-was, karena peredaran uang palsu semakin marak di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kebanyakan para pelaku menyasar pedagang kecil dan asongan, mulai anak-anak, hingga orang tua renta.

Modus mereka membeli dagangannya, dengan uang Rp100 ribu palsu, lalu meminta kembalian dengan uang asli. Sebelumnya, pelaku menipu bocah 10 tahun di Kedaton, yang menjajakan keripiknya. Kali ini, lima pedagang di Kemiling turut menjadi korban.

Salah satu korban pedagang kue keliling disekitaran Kemiling, bernama Nurhayati (62), dirinya ditipu dengan uang palsu saat melintas di Jalan Truno Joyo, Beringin Raya, Kemiling (dekat SPN Kemiling), Rabu (10/8/2022) siang. Ketika itu, Nurhayati melayani pelaku yang membeli kuenya dengan uang Rp100 ribu.

"Saya itu baru keluar dari rumah, tiba-tiba ada pengendara motor memakai helm, memanggil mau beli kue. Saya layani dia, bilangnya mau beli combro dan roti goreng Rp 20 ribu," kata Nurhayati kepada Lampungpro.co, Jumat (12/8/2022).

Setelah itu, pelaku bersama anak dan istrinya mengeluarkan uang pacahan Rp100 ribu. Nurhayati kemudian memberikan uang kembalian Rp80 ribu, awalnya tidak ada kecurigaan apapun, kalau uang itu palsu.

"Curiganya itu, dia minta buru-buru minta uang kembalian, dan langsung tancap gas. Saya baru tahu kalau itu palsu, setelah tanya warga sekitar, tapi pelaku langsung ngebut," ujar Nurhayati.

Merasa kurang percaya bahwa uang itu palsu, Nurhayati kemudian mengecek ke minimarket, hingga akhirnya didapati uang itu benar-benar palsu. Ada pun ciri-ciri pelaku pengedar uang palsu, badannya tinggi, besar, namun wajahnya tak terlihat karena mengenakan helm.

Setelah pulang, Nurhayati mendapat informasi bukan hanya dirinya saja yang menjadi korban. Namun ada empat pedagang terdekat dari rumahnya, jadi korban serupa dengan ciri pelaku sama. (***)

Editor : Febri Arianto

 


>

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16289


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved