BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Impian Aziz Hermawan, penyandang disabilitas asal Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulangbawang yang bercita-cita jadi arsitek, terkabul sudah. Aziz Hermawan merupakan satu dari 648 wisudawan program pascasarjana dan program Sarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), di UBL Mahligai Agung Convention Hall ,Rabu (15/11/2023).
Kenangan pun kembali ke lima tahun lalu ketika Tim UBL membaca kisah reportase Aziz Hermawan di Lampungpro.com, pada edisi Sabtu (26/1/2019) berjudul 'Waw, Penyandang Disabilitas di Tulangbawang ini Bakat Arsitektur'. Tim dipimpin Wakil Rektor 2 UBL, Harpain itu pun, menemui Aziz yang tengah diterima Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, di Menggala, pada Senin (28/1/2019).
Saat itu, Kepada Aziz, Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA melalui sambungan telepon mengatakan siap menguliahkannya dengan biaya penuh UBL. Yusuf Barusman yang juga Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Indonesia (ICMI) Lampung itu, jatuh hati pada kepampuan otodidak Azis di bidang arsitek namun memiliki keterbatasan fisik dan biaya.
Kisah 'tukang insinyur milenial' ini sebelumnya berjalan normal dan tumbuh sehat seperti anak seusianya. Namun kehidupan Aziz, berubah saat kelas dua SMP usai jatuh dari pohon rambutan. Dia mengalami retak tulang ekor dan patah tulang kaki. Saat itu, Azis hanya mendapat pengobatan tradisional karena keadaan keluarga dan rumahnya jauh dari kota. Setelah itu praktis dia harus memakai kursi roda.
KLIK DAN BACA BERITA INI: UBL Penuhi Cita-Cita Remaja Disabilitas asal Tulangbawang ini Jadi Arsitek
Kini Azis yang mengidolakan arsitek yang juga mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu, meraih gelar sarjana teknik. Dia menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada seluruh civitas akademika UBL, terutama Rektor Prof Yusuf Barusman.
"Tanpa bantuan Beliau mungkin keingingan saya jadi jadi arsitek hanya otodidak tanpa dibekali ilmu akademis, seperti yang diajarkan para dosen di UBL ini," kata Azis Hermawan.
UBL memberikannya fasilitas perkuliahan sampai selesai. "Tidak ada biaya apa pun. Pak Rektor sangat berterima kasih kepada Bupati Hj. Winarti yang mempertemukan UBL dengan Aziz. Dia aset kita, bukan hanya Tulangbawang tetapi Indonesia," ujar Harpain di rumah Dinas Jabatan Bupati Tulangbawang, ketika itu.
Banyak Pencapaian UBL
Ketika menyampaikan pidato pada yudisium itu, Rektor Yusuf Barusman, mengatakan di usia yangmencapai 50 tahun, banyak pencapaian yang diraih UBL dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh civitas akademika UBL. Baik dari pembangunan isik, akademik, non akademik, maupun sumber daya manusia.
UBL meraih penghargaan Peringkat I dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung selama empat tahun berturut-turut. Kategori penilaian berbeda, untuk kelompok Universitas dan Institusi yaitu pada 2019 dan 2020 Terbaik I dalam kategori 'Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia'.
Pada 2021, peringkat I kategori 'Aspek Kelembagaan dan Sistem Informasi', pada 2022, Peringkat I kategori 'Aspek Kelembagaan, Sistem Informasi dan Kerjasama'. Kemudian, pada 2023 mendapatkan dua Piagam Penghargaan sebagai Peringkat I untuk kategori akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi, pada Perguruan Tinggi untuk bentuk Perguruan Tinggi Universitas dan Kualifikasi Dosen untuk bentuk Perguruan Tinggi Universitas.
Kini, UBL memiliki 12 program studi untuk program S1, empat program studi S2, dan satu Program Studi Manajemen untuk Program Doktor (S3) yang disetujui pendiriannya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan Nomor SK 110/E/0/2022 tentang Izin Pembukaan Program Studi Manajemen Program Doktor Universitas Bandar Lampung.
"Dengan program studi yang dimiliki Universitas Bandar Lampung tersebut, saat ini jumlah total mahasiswa aktif yang ada adalah 5.000 mahasiswa dan jumlah Alumni sebanyak 20 ribu," kata Yusuf Barusman.
Fokus pada pengembangan SDM juga terus dilakukan dengan semakin banyaknya dosen UBL yang dan sedang menjalani pendidikan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Ada 19 Dosen sedang menjalani pendidikan doktor dan tujuh yang selesai. Delapan di antaranya studi lanjut di luar negeri.
"UBL sangat mendukung fokus pengembangan SDM, karena juga berkaitan dengan concern UBL terhadap peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang guru besar. Belum lama ini, bertambah empat Dosen Hukum yang mendapatkan gelar profesor yaitu Prof. Dr. Erlina B., S.H., M.H (Bidang Ilmu Hukum Bisnis); Prof. Dr. Zainab Ompu Jainah, S.H., M.H (Bidang Ilmu Sosiologi Hukum); Prof. Dr. I Ketut Seregig, M.H (Bidang Ilmu Hukum) dan Prof. Dr. Tami Rusli, S.H., M.Hum (Bidang Ilmu Hukum). Jadi sampai kini, total ada delapan professor di UBL," kata Yusuf Barusman. (***)
Editor: Amiruddin Sormin
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17519
923
06-Apr-2025
514
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia