Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama dengan Menko Luhut. Menurutnya, Indonesia merupakan bagian dari konektivitas dunia sejak masa lalu.
Dan hal ini, menurut dia, harus dilestarikan. Dan yang lebih penting lagi, BMKT akan lebih mahal dijual jika berorientasi terhadap pelayanan, bukan lebih ke benda atau produknya.
Coral yang dilihat harganya lebih mahal daripada coral yang dijual, khususnya yang berada di bawah kedalaman 40 meter, kata Menpar Arief Yahya.
Diperkirakan terdapat ratusan kapal tenggelam yang tersebar di sejumlah kawasan perairan seperti di Kepulauan Riau, Selat Karimata, dan Laut Jawa.
Berbagai BMKT itu memiliki baik nilai ekonomi maupun nilai historis atau kesejahteraan tinggi, sehingga pemerintah juga berkomitmen untuk mengelolanya serta tidak menyerahkannya ke pihak lain.
"BMKT adalah identitas bangsa,dan harus dikelola secara sustainable. Terlebih keindahan bawah laut yang memiliki dua pertiga coral di dunia itu memang world class semua, ujarnya.
Hadirnya BMKT, sebut Menpar Arief dapat dijadikan alternatif bagi para penyelam dunia bisa datang ke Indonesia. Alasan pertama adalah nilai estetika.
Berikan Komentar
Lampung Timur
627
Lampung Selatan
1245
Kominfo Lampung
1245
8268
28-Mar-2026
627
18-Mar-2026
1201
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia