Perusakan mangrove, reklamasi, dan sedimentasi di muara atau rawa menjadi faktor utama terganggunya ekosistem buaya. Akibatnya, buaya mencari habitat baru, termasuk tambak dan kanal buatan yang memiliki suplai air dan mangsa potensial.
3. Tersedianya Sumber Makanan.
Bangkai hewan (biawak, ayam, ikan mati) atau sisa pakan udang bisa mengundang buaya karena sensornya sangat peka terhadap bau amis atau daging busuk. Hal ini sering terjadi tanpa disadari petambak.
4. Penurunan Populasi Mangsa di Alam.
Jika populasi mangsa alami seperti ikan, burung air, dan reptil kecil di alam berkurang, buaya akan mencari sumber makanan alternatif ke area tambak.
5. Minimnya Pengamanan Tambak.
Banyak tambak udang tradisional di kawasan Dipasena dan Rawajitu Timur tidak memiliki pagar, sekat kanal, atau sistem penahan yang memadai. Ini membuat buaya mudah masuk ke area budidaya.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
17236
Lampung Selatan
4132
Kominfo Lampung
800
Humaniora
1083
Lampung Selatan
2964
12233
28-Mar-2026
4132
26-Mar-2026
800
26-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia