Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Buka Festival Literasi 2026, Jihan Nurlela Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Membaca
Lampungpro.co, 29-Jul-2026

Adi 167

Share

Wakil Gubernur Jihan Membuka Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 | Lampungpro.co/Dok.Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif membangun budaya literasi. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat membuka Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 bertema "Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju" di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

"Modal utama membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi. Dengan semangat itulah kita optimistis mampu membawa Lampung semakin maju," ujar Jihan.

Ia menjelaskan, pembangunan literasi berbeda dengan pembangunan infrastruktur fisik. Jika pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas publik menjadi tanggung jawab utama pemerintah, peningkatan kualitas SDM merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut Jihan, penyediaan perpustakaan dan fasilitas membaca tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa kesadaran masyarakat untuk membiasakan diri membaca dan terus menambah pengetahuan.

"Pemerintah membangun ekosistem melalui infrastruktur dan akses. Namun masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan literasi dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Jihan juga menyoroti tantangan literasi di era digital. Jika dahulu masyarakat menghadapi keterbatasan bahan bacaan, kini tantangan justru terletak pada kemampuan menyaring informasi yang begitu mudah diakses melalui internet dan media sosial.

Ia menilai maraknya konten berdurasi pendek di media sosial turut menjadi tantangan dalam menjaga fokus anak saat menerima informasi. Karena itu, keluarga, sekolah, dan pemerintah perlu bekerja sama membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara bijak.

Anak-anak, menurutnya, perlu dibekali kemampuan membedakan fakta dan hoaks, memilah informasi yang benar, serta memanfaatkan teknologi secara positif.

Jihan pun mengajak Bunda Literasi, tenaga pendidik, dan orang tua membangun lingkungan literasi yang sehat. Salah satunya dengan mengedukasi anak agar bijak menggunakan gawai dan mengatur waktu penggunaan layar secara proporsional.

"Bukan berarti mengurangi kecerdasan anak, tetapi tingkat fokus mereka menjadi lebih pendek. Ini menjadi PR kita bersama," ujarnya.

Selain budaya membaca, Jihan menekankan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya Lampung melalui karya tulis. Ia mengapresiasi peluncuran buku "Kisah dari Tanah Lado: 15 Cerita Rakyat Lampung" yang memuat cerita rakyat dari berbagai daerah di Lampung.

Menurutnya, dokumentasi sejarah dan cerita rakyat melalui buku menjadi salah satu cara menjaga identitas budaya agar tetap dikenal generasi muda.

"Sejarah akan hilang jika hanya disimpan dalam ingatan, tetapi tidak dituliskan dan didokumentasikan. Buku ini menjadi instrumen penting untuk merawat sejarah Lampung," katanya.

Pada kesempatan itu, Jihan juga meminta pemerintah kabupaten/kota mempersiapkan administrasi penilaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) secara optimal.

Ia menilai perubahan metode penilaian dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan capaian indikator literasi, selama seluruh persyaratan dipersiapkan dengan baik.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza atau Batin Wulan, mengatakan Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 berlangsung pada 18-30 Juli 2026. Puncak kegiatan digelar pada 28 Juli di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Berbagai kegiatan digelar dalam festival ini, mulai dari bazar buku, festival kuliner, rapat koordinasi Bunda Literasi se-Lampung, peluncuran buku cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota, hingga pengukuhan Bunda Literasi Keuangan.

Kegiatan lainnya meliputi pojok literasi keuangan, talkshow literasi digital, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran arsip dan naskah kuno, serta kelas tematik seperti mendongeng, public speaking, membaca nyaring, literasi keuangan, dan pelatihan bagi pegiat literasi.

Batin Wulan menyebut seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kerja sama pemerintah, perbankan, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat.

Ia berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

603


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved