GUNUNG SUGIH (Lampungpro.co): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melakukan groundbreaking perbaikan Ruas Jalan Bandar Jaya - Mandala, Lampung Tengah, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini, menunjukkan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di Lampung Tengah pada tahun 2026.
Pada tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan pembangunan melalui 8 paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp306 miliar, dengan panjang penanganan jalan sepanjang 30,40 kilometer, yang tersebar di sejumlah ruas strategis di Lampung Tengah.
Ruas Bandar Jaya - Mandala sendiri, memiliki total penanganan efektif sepanjang 10,7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp95,98 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton, dan flexible pavement atau aspal.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan saat ini dilakukan dengan upaya maksimal, termasuk melalui penyesuaian dan efisiensi anggaran lintas perangkat daerah.
"Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh pelaksana dan pengawas, agar mengerjakan sesuai kontrak kerja dengan sebaik-baiknya," kata Jihan Nurlela.
Namun demikian, Pemprov Lampung tetap optimistis, pembangunan jalan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lampung Tengah menjadi prioritas, karena memiliki panjang ruas jalan provinsi terpanjang, sekaligus tingkat kerusakan yang cukup signifikan. Berdasarkan data, kondisi kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 86,49 persen menjadi 96,49 persen pada tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah menjelaskan, Ruas Bandar Jaya - Mandala merupakan ruas strategis, dan menjadikannya ruas terpanjang kedua di wilayah Lampung.
Menurutnya, tingkat lalu lintas harian rata-rata di ruas tersebut tergolong tinggi, mencapai lebih dari 10.000 satuan mobil penumpang perhari, sehingga menjadi salah satu jalur dengan aktivitas transportasi yang padat.
"Kondisi kemantapan jalan di ruas tersebut, saat ini telah mencapai sekitar 84 persen. Namun percepatan kerusakan terjadi cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir, akibat faktor teknis di lapangan," jelas M. Taufiqulloh.
Kerusakan bertambah cepat, karena kondisi topografi yang datar, sehingga aliran air lambat dan menyebabkan sedimentasi di saluran drainase, yang mengakibatkan air menggenang dan merusak badan jalan.
Selain itu, perkembangan kawasan di sepanjang jalan juga turut memengaruhi kondisi drainase, karena banyak saluran air tertutup, akibat pembangunan ruko dan akses parkir yang tidak sesuai standar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Lampung menerapkan dua pendekatan konstruksi, yakni rigid pavement (beton) dengan dan tanpa bahu jalan, disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Lebar jalan juga ditingkatkan, dari sebelumnya 4,5 meter menjadi 6 meter, guna mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya kendaraan berat. Dengan desain baru ini, maka kendaraan besar seperti truk dapat melintas dengan lebih aman dan lancar.
Selain perbaikan struktur utama, sebagian ruas dengan kerusakan ringan juga akan dilakukan overlay, untuk memaksimalkan penggunaan anggaran.
Pemprov Lampung optimistis, hingga akhir tahun 2026 kondisi kemantapan jalan di Ruas Bandar Jaya - Mandala dapat mencapai 96 persen, meskipun masih menyisakan sekitar 1,4 kilometer yang akan ditangani pada tahun berikutnya. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
393
Kominfo Lampung
893
Bandar Lampung
676
273
28-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia