Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Di Fitnah Robohkan Masjid di Kaliawi, Kasat Pol PP Bandar Lampung Laporkan Akun Medsos
Lampungpro.co, 18-Sep-2019

Heflan Rekanza 1032

Share

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung Suhardi Syamsi melaporkan akun penyebar hoaks di media sosial atas nama Makmur For Malab | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung Suhardi Syamsi melaporkan akun penyebar hoaks di media sosial atas nama Makmur For Malab. Pasalnya, Pol PP Bandar Lampung dirugikan atas unggahan tersebut hingga melapor ke polisi. "Kami melaporkan akun FB (Facebook) tersebut karena telah memberikan informasi tidak benar dan mengandung unsur SARA. Itu sangat menyudutkan kami," kata dia, Selasa (17/9/2019) kemarin.

Menurut Suhardi, laporan ini mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang mengatur tentang penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan berita hoaks. Dalam unggahannya, pemilik akun FB Makmur For Malab membagikan sebuah video dan menulis caption "subhanallah, Ust Udin angkat bicara, pembangunan masjid di kaliawi dirobohkan oleh Satpol PP Kota Bandarlampung."

Pria yang menjabat Kabag Humas Pemkot Bandar Lampung tersebut menjelaskan, video yang disebarkan akun tersebut merupakan kejadian di Pekalongan pada tanggal 25 Agustus 2017, dalam video tersebut petugas Pol PP sedang merobohkan Masjid Al-Arqom di Gang 7 Krapyak Kidul. "Berdasarkan hal tersebut, kami telah melaporkan hal itu dengan nomor: LP/B-1/3569/IX/2019/Resta Balam 17 September, sesuai UU Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE," jelas dia.

Ia mengungkapkan, akun facebook atas nama Makmur For Malab telah memposting ulang video tersebut dan mengubah tempat kejadian seolah-olah hal tersebut dilakukan oleh Satpol PP Kota Bandar Lampung. Hal tersebut tentunya dapat menyulut kemarahan banyak pihak terutama umat Islam di kota ini, dan merupakan sesuatu yang kontradiktif dengan apa yang dilakukan oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.

"Ini bisa kita lihat dengan dibangun masjid berornamen Lampung di setiap kecamatan di Bandar Lampung. Pengajian secara terus menerus, dan lainnya. Sehingga tidak mungkin kami melakukan hal yang berlawanan dengan pemimpin kami," terang dia.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Siang itu pantry kantor gempar. Anwar, office boy yang...

514


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved