Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dorong Ketahanan Pangan, PLN Lampung Bersama Pemkab Tubaba Salurkan Program Budidaya Lele Bioflok di Tumijajar
Lampungpro.co, 03-Aug-2026

Febri 205

Share

Potret Jajaran Manajemen PLN dan Pemerintah Kebupaten Tulang Bawang Barat meninjau kolam bioflok ikan lele di Pokdakan Berkah Muda Mandiri

PANARAGAN (Lampungpro.co): PT PLN (Persero) terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.

Komitmen tersebut, diwujudkan dengan menyalurkan Program Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Muda Mandiri di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat (Tubaba).

Program ini, merupakan implementasi konsep Creating Shared Value (CSV) PLN yang mengintegrasikan pemanfaatan energi listrik melalui Electrifying Agriculture, dengan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Bantuan yang diberikan meliputi 10 kolam budidaya sistem bioflok, gudang penyimpanan pakan, benih ikan lele, serta persediaan pakan sebagai modal awal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas kelompok.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Badai Marindro mengatakan, peran PLN tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal, tapi juga menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

"PLN memiliki tanggung jawab yang lebih luas, dari sekadar menyediakan listrik. Melalui Program TJSL PLN Peduli, kami ingin menghadirkan manfaat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional," kata Badai Marindro.

Bantuan yang diberikan berupa budidaya lele sistem bioflok berbasis konsep Electrifying Agriculture ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok, dan menjawab tingginya kebutuhan pasar terhadap ikan lele di wilayah Daya Murni, Tubaba.

Keberhasilan program pemberdayaan ini, tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dihasilkan. Dengan teknologi bioflok, kelompok diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, memperbesar hasil panen, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

9901


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved