BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menerima audiensi dari APPMI pada Rabu (16/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, dibahas persiapan terkait penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance 2027, yang direncanakan akan dilaksanakan pada 18 November 2026, di Radisson Hotel Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan APPMI Lampung, dalam paparannya menyampaikan konsep dan tujuan penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance, yang tidak hanya diarahkan sebagai peragaan busana, tapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem fesyen yang menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan industri kreatif.
Lampung Fashion Tendance sendiri, diharapkan dapat menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen berbasis wastra, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya dan budaya lokal, membuka ruang kolaborasi, serta memberikan panggung bagi para desainer muda Lampung.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat mata rantai industri fesyen, mulai dari desainer, pelaku usaha, pengrajin wastra hingga sektor pendukung lainnya.
Rangkaian persiapan kegiatan telah diarahkan pada penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri tekstil dan tata rias, sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem industri fesyen di Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, APPMI berharap Lampung Fashion Tendance dapat menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus menghidupkan warisan budaya Lampung, membuka ruang bagi talenta generasi muda, memperkuat ekosistem industri, serta memperluas peluang pasar bagi desainer dan pelaku usaha fesyen, termasuk para pengrajin wastra.
Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyambut baik rencana penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance. Ia mengapresiasi konsistensi para desainer Lampung, yang terus menghadirkan karya dengan karakter dan ciri khas masing-masing, sekaligus mengangkat kearifan lokal melalui pemanfaatan wastra Lampung.
Menurutnya, perjalanan tapis menunjukkan bahwa wastra Lampung tidak hanya memiliki nilai sebagai identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, ia menilai pengembangan fesyen berbasis wastra perlu terus didorong agar memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.
Ketua Dekranasda Lampung juga berharap, kolaborasi antara Dekranasda dan APPMI dapat terus diperkuat, sehingga pengembangan fesyen Lampung tidak berhenti pada penyelenggaraan sebuah peragaan busana, tetapi mampu memberikan dampak terhadap keberlanjutan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Kominfo Balam
614
Kominfo Balam
594
209
17-Sep-2026
205
17-Sep-2026
614
16-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia