Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dorong UMKM Naik Kelas, Tim PkM Polinela Terapkan AI dan Digitalisasi pada Peternakan Ayam Herbal di Lampung
Lampungpro.co, 17-Sep-2026

Sandy 273

Share

Tim dosen Polinela gelar PkM pemanfaatan AI untuk konten media sosial | LAMPUNGPRO.CO/Ist

PESAWARAN (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, pendampingan menyasar Kurnia Jaya Farm, UMKM peternakan ayam herbal di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Program tersebut diarahkan untuk mempercepat digitalisasi usaha dari sektor produksi hingga pemasaran. Tim PkM yang terdiri dari Tri Sandhika Jaya, Rima Maulini, Dwirgo Sahlinal, dan Ahmad Rofi’i, bersama mahasiswa, memberikan pendampingan sekaligus memperkenalkan sejumlah teknologi digital yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kurnia Jaya Farm memiliki produk unggulan berupa ayam herbal yang dipelihara dengan memanfaatkan pakan dan suplemen berbahan alami. Konsep tersebut menjadi salah satu keunggulan usaha karena produk yang dihasilkan diarahkan memiliki nilai kesehatan dan kandungan nutrisi yang baik.

Meski memiliki potensi produk, pengelolaan usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan literasi digital, minimnya sumber daya manusia untuk memproduksi konten pemasaran, serta pencatatan stok dan pesanan yang masih dilakukan secara manual.

Melalui program PkM, tim Polinela kemudian memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif untuk membantu mempercepat proses pembuatan materi promosi.

Teknologi seperti ChatGPT dimanfaatkan untuk membantu menyusun ide dan caption, sementara Canva AI digunakan dalam pembuatan materi desain. Adapun CapCut dimanfaatkan untuk membantu proses penyuntingan video secara lebih praktis.

Pemanfaatan teknologi tersebut membuat proses produksi konten menjadi lebih efisien. Jika sebelumnya pembuatan satu konten membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam, dengan dukungan AI prosesnya dapat dipangkas menjadi sekitar lima hingga 10 menit per konten.

Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi mitra untuk memproduksi dan mengunggah konten promosi maupun edukasi secara lebih konsisten. Pendampingan juga diarahkan agar pengelola usaha mampu menggunakan teknologi tersebut secara mandiri setelah program selesai.

Tidak hanya pada sisi promosi, tim PkM Polinela turut mendorong perluasan pemasaran melalui pemanfaatan berbagai platform digital. Kurnia Jaya Farm didampingi untuk mengoptimalkan Instagram Shopping, Facebook Marketplace, dan Meta Business Suite sebagai bagian dari strategi pemasaran multi-platform.

Pemanfaatan berbagai kanal digital tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pemasaran, tidak hanya di wilayah Pesawaran dan Bandar Lampung, tetapi juga membuka peluang menjangkau konsumen dari daerah lainnya.

Pada sisi operasional, tim juga memperkenalkan sistem informasi manajemen sederhana berbasis cloud. Sistem tersebut memanfaatkan Google Sheets yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API untuk membantu pengelolaan data usaha.

Sistem dirancang agar dapat diakses melalui perangkat bergerak sehingga pengelola lebih mudah memantau ketersediaan bibit, ayam siap panen, hingga pesanan pelanggan secara real-time. Implementasi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan data hingga 95 persen.

Pendampingan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital. Tim PkM Polinela juga mendorong perubahan pola pengelolaan usaha agar lebih terukur dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari aktivitas produksi, pencatatan, pemasaran, dan pelayanan pelanggan.

Program tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDGs poin 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Selain itu, digitalisasi UMKM melalui program PkM tersebut sejalan dengan upaya penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing pelaku usaha.

Melalui pendekatan pendampingan secara langsung dan partisipatif, tim Polinela juga menyiapkan pendamping lokal yang diharapkan dapat menjadi agent of change bagi keberlanjutan penerapan teknologi di lingkungan usaha. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7933


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved