Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Dampingi Peternak Pesawaran Kembangkan Pakan Fermentasi
Lampungpro.co, 10-Aug-2026

Sandy 417

Share

Tim dosen PkM Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung di Pesawaran | LAMPUNGPRO.CO/Ist

PESAWARAN (Lampungpro.co): Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan.

Upaya tersebut dilakukan Polinela melalui Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Ternak dengan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pejambon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran.

Program ini diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth), sekaligus mendorong penguatan inovasi di bidang peternakan.

Kegiatan pengabdian tersebut diketuai Ir. Rikardo Silaban, S.Pt., M.Si., IPM., bersama tim yang terdiri dari Harfina Rais, S.Pt., M.Si., Riko Noviadi, S.Pt., M.P., Andre Meiditama Kasenta, S.Pt., M.Si., dan Dr. Dina Tri Marya, S.Pt., M.Si.

Melalui pendanaan DIPA Polinela Tahun 2026, tim pengabdian memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait manajemen produksi ternak ruminansia kecil, pengolahan pakan berbasis limbah melalui teknologi biofermentasi, serta pemanfaatan ekoenzim dalam mendukung usaha peternakan.

Pendekatan yang digunakan dibuat sesederhana mungkin agar mudah diterapkan masyarakat. Selain memberikan materi, tim juga melakukan demonstrasi langsung sehingga masyarakat dapat memahami proses produksi dan pemanfaatan teknologi tersebut secara praktis.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Polinela turut dilibatkan. Mereka mendampingi masyarakat dalam pembuatan pakan silase berbahan tebon jagung serta ekoenzim yang memanfaatkan limbah rumah tangga.

Keterlibatan mahasiswa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis lapangan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik, tetapi juga dapat melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan usaha peternakan.

Grafik Kajian Respon dalam Pendampingan Biofermentasi dan Ekoenzim Bidang Peternakan Tahun 2026 | Lampungpro

Rikardo Silaban mengatakan, berdasarkan berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan, persoalan yang sering dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha ternak umumnya berkaitan dengan modal, pengalaman, dan ketersediaan pakan.

Menurutnya, persoalan tersebut saling berkaitan dan kerap membuat masyarakat menganggap peternakan hanya sebagai usaha sampingan.

"Padahal, apabila dikelola secara serius dan dengan manajemen yang tepat, sektor peternakan memiliki peluang yang sangat besar. Selain menghasilkan pendapatan, usaha peternakan juga dapat membuka berbagai peluang pekerjaan bagi masyarakat," kata Rikardo.

Kondisi tersebut juga ditemukan tim saat melakukan observasi dan survei secara door to door di Desa Pejambon, Minggu (9/8/2026).

Dari hasil pengamatan tersebut, masyarakat ternyata memiliki minat cukup tinggi untuk mengembangkan usaha peternakan. Namun, mereka masih membutuhkan pendampingan dalam hal manajemen produksi serta penerapan teknologi pakan berbasis biofermentasi.

Hal itu juga disampaikan Sunaryo selaku koordinator peserta kegiatan pengabdian. Menurutnya, pendampingan teknis menjadi salah satu kebutuhan penting agar masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan usaha peternakan secara lebih mandiri.

Rikardo menjelaskan, peningkatan motivasi masyarakat harus dilakukan melalui praktik yang sederhana, mudah dipahami, serta menggunakan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.

Dengan demikian, teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah program pendampingan selesai.

Model pendampingan serupa sebelumnya telah dilakukan pada kelompok ternak di Desa Wawasan, Kabupaten Lampung Selatan. Hingga saat ini, usaha peternakan yang dikelola masyarakat di wilayah tersebut masih berjalan dan tergolong produktif setelah mendapatkan pendampingan.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sejumlah indikator yang berkaitan dengan penguatan kapasitas dan komitmen peternak menunjukkan peningkatan setelah dilakukan pendampingan. Rata-rata peningkatan respons tercatat mencapai 42,6 persen.

Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pendampingan berbasis praktik dan kebutuhan masyarakat dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas peternak.

Kegiatan di Desa Pejambon juga merupakan tindak lanjut dari pendampingan yang sebelumnya dilakukan di CV Berkah Mandiri Farm yang dipimpin Supriyadi.

Di lokasi tersebut, proses fabrikasi serta pengelolaan hijauan pakan dari hulu hingga hilir telah mulai diterapkan. Karena itu, tim menilai pendampingan secara berkala tetap diperlukan untuk memperkuat keterampilan dan komitmen masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan. Tim memberikan demonstrasi pembuatan silase berbahan tebon jagung yang disesuaikan dengan potensi limbah pertanian yang tersedia di Desa Pejambon.

Harfina Rais yang merupakan pakar bidang hijauan makanan ternak turut terlibat langsung dalam proses tersebut. Ia memberikan pendampingan sekaligus memperagakan tahapan pembuatan silase kepada masyarakat.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu peternak menyediakan pakan secara lebih efisien, terutama ketika terjadi kekurangan pakan pada musim tertentu.

"Pemanfaatan silase diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi karena bahan bakunya berasal dari potensi limbah pertanian yang tersedia di sekitar peternak," ujar Rikardo.

Selain silase, tim juga memperkenalkan pemanfaatan ekoenzim sebagai salah satu inovasi dalam mendukung konsep peternakan berkelanjutan.

Menurut Rikardo, perkembangan sektor peternakan saat ini mulai mengarah pada konsep Integrated Farming System, yaitu sistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Pendampingan Biofermentasi Tebon Jagung dan Pemanfaatan Ekoenzim Bidang Peternakan di Pesawaran | Lampungpro

Konsep tersebut juga mendorong penerapan prinsip zero waste, yakni meminimalkan limbah yang dihasilkan dalam setiap tahapan produksi.

Dalam konteks tersebut, limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan melalui proses biofermentasi. Sementara limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi ekoenzim yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai biostarter dalam proses fermentasi.

Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menekan biaya produksi peternakan, khususnya dalam penyediaan pakan.

"Harapannya, peternakan yang dikembangkan masyarakat tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan serta taraf ekonomi peternak," jelas Rikardo.

Menurutnya, pengembangan ekoenzim juga membuka peluang keterlibatan ibu rumah tangga. Proses pembuatannya relatif sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, biaya rendah, sekaligus ramah lingkungan.

Dengan demikian, program pendampingan tidak hanya diarahkan kepada peternak, tetapi juga membuka ruang bagi anggota keluarga untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi.

Tim pengabdian berharap masyarakat yang telah mendapatkan pendampingan dapat meningkatkan keterampilan, memperkuat komitmen, dan secara bertahap mampu mengelola usaha peternakan secara mandiri.

Program tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PkM) dengan Nomor Kontrak 167.7/DST/PL15.8/PM/2026.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui hibah DIPA Polinela Pendanaan Tahun 2026 serta Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Lampung yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

13523


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved