PRINGSEWU (Lampungpro.co): Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerapkan teknologi mesin Chomix Portable multifungsi dua jalur untuk membantu Kelompok Tani Sidomulyo di Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, dalam mengolah bahan pakan ternak berbasis sumber daya lokal.
Teknologi tersebut diterapkan untuk menjawab persoalan peternak yang sebelumnya masih mengandalkan parang dan sabit dalam mencacah bahan pakan. Selain membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar, pencacahan secara manual juga menghasilkan ukuran bahan yang kurang seragam sehingga pemanfaatan bahan lokal sebagai pakan belum berlangsung secara efisien.
Tim pengabdian Polinela terdiri atas Fauzi Ibrahim, Agus Apriyanto, Alexander Sembiring, Hendri Gustian, Muhammad Ridwan, dan Muhammad Baraa Alfarishi Maulana dari Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif dan Mekanisasi Pertanian Polinela.
Kegiatan melibatkan 20 anggota Kelompok Tani Sidomulyo melalui rangkaian identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pengoperasian mesin, pendampingan, dan evaluasi kemampuan operator.
Chomix Portable dirancang menggunakan dua jalur pemasukan bahan dalam satu mesin. Jalur atas digunakan untuk bahan yang relatif keras seperti singkong, bonggol jagung, batang jagung, dan ranting petai cina. Sementara itu, jalur bawah digunakan untuk rumput ilalang, rumput gajah, serta hijauan sejenis.
Konfigurasi dua jalur tersebut memungkinkan peternak mengolah bahan dengan karakter berbeda menggunakan satu unit mesin, sehingga lebih praktis digunakan dan dipindahkan di lingkungan peternakan.
Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Untuk mencacah 20 kilogram bahan, proses manual membutuhkan rata-rata 28,4 menit. Setelah menggunakan Chomix Portable, waktu yang dibutuhkan turun menjadi sekitar 5,2 menit.
Dengan demikian, waktu pencacahan berkurang sebesar 81,7 persen. Kapasitas kerja juga meningkat dari sekitar 42,3 kilogram per jam menjadi 230,8 kilogram per jam, melampaui target program sebesar 200 kilogram per jam.

Penerapan teknologi tersebut juga berdampak pada peningkatan kemampuan anggota kelompok tani. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 56,7 menjadi 86,3 atau bertambah 29,6 poin setelah mengikuti sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung.
Dari sisi keterampilan pengoperasian, sebanyak 18 dari 20 peserta atau 90 persen dinyatakan mampu memenuhi enam indikator kompetensi, mulai dari menyalakan mesin, memilih jalur sesuai jenis bahan, memasukkan bahan secara aman, menghentikan mesin, membersihkan ruang pencacah, hingga melakukan perawatan dasar.
Mesin tersebut telah diuji untuk mengolah enam jenis bahan lokal, yakni singkong, bonggol jagung, batang jagung, ranting petai cina, rumput gajah, dan rumput ilalang.
Program tidak hanya berfokus pada penyerahan dan penggunaan mesin. Tim Polinela juga melakukan pendampingan tata kelola pemanfaatan alat agar teknologi dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kelompok.
Kelompok Tani Sidomulyo selanjutnya menetapkan satu operator utama dan dua operator cadangan, menyusun jadwal penggunaan serta perawatan mesin, dan mulai menerapkan pencatatan jenis dan jumlah bahan, waktu penggunaan, kebutuhan bahan bakar, hingga kondisi peralatan.
Pola pengelolaan tersebut diharapkan membuat mesin tidak sekadar menjadi bantuan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai sarana produksi bersama yang mampu meningkatkan efisiensi penyediaan pakan ternak.
Selain mempercepat pekerjaan, pemanfaatan Chomix Portable juga membuka peluang optimalisasi limbah dan hijauan pertanian yang tersedia di sekitar Pekon Mataram menjadi bahan pakan yang lebih mudah diolah dan dimanfaatkan.
Ke depan, pengembangan dan pendampingan penggunaan mesin dapat diarahkan pada pengujian konsumsi bahan bakar, standardisasi ukuran hasil cacahan, peningkatan aspek keselamatan, serta evaluasi penggunaan teknologi secara berkala.
Fauzi Ibrahim mewakili tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Lampung yang telah mendukung kegiatan melalui pendanaan DIPA Polinela Tahun 2026 Nomor 167.62/DST/PL15.8/PM/2026, Pemerintah Pekon Mataram, Kelompok Tani Sidomulyo, mahasiswa pendamping, serta seluruh pihak yang mendukung perancangan, pelatihan, penerapan, dan evaluasi mesin Chomix Portable dua jalur.
Penerapan Chomix Portable menjadi bagian dari upaya Polinela menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat digunakan secara langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan peternakan berbasis potensi lokal. (KRS)
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
21973
Bandar Lampung
563
Bandar Lampung
1145
Metro
2318
287
26-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia