Ia mencontohkan kondisi di wilayah Kedawung, di mana banyak siswa mengandalkan SMP Negeri 14 Kemiling sebagai pilihan utama. Namun karena kapasitas terbatas, tidak semua pendaftar dapat diterima.
“Ketika daftar di SMP 14 ternyata tidak diterima karena penuh. Akhirnya mereka diarahkan ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh,” jelasnya.
Situasi serupa juga terjadi di kawasan Tanjung Senang dan Way Halim. SMP Negeri 29 yang berada di sekitar kawasan SMA 5 Korpri disebut menjadi salah satu sekolah yang paling banyak diminati warga dari berbagai kelurahan.
Melihat kondisi tersebut, Asroni meminta pemerintah kota melakukan pemerataan kualitas pendidikan, baik dari sisi fasilitas maupun mutu sekolah, agar masyarakat tidak hanya terfokus pada sekolah tertentu.
“Jangan semua berharap masuk ke sekolah itu semua. Apakah fasilitas sekolahnya berbeda dengan sekolah lain, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Selain membahas persoalan daya tampung, Komisi IV DPRD juga menyoroti kondisi keuangan sekolah negeri setelah tidak diperbolehkannya lagi penarikan iuran komite dari wali murid.
Asroni mengungkapkan, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang sebelumnya telah dianggarkan pemerintah daerah hingga kini belum sepenuhnya disalurkan ke sekolah-sekolah.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
670
112
10-Jun-2026
179
10-Jun-2026
197
10-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia