Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dukung Pariwisata Indonesia, Bandara Jember Diprogram Tuntas 2019
Lampungpro.co, 22-Aug-2017

1343

Share

Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz, Menpar Arief Yahya, Presiden Joko Widodo, Budi Karya Sumadi, bandara Hadinotonegoro, Bupati Jember Faida

JEMBER (Lampungpro.com)-Kesuksesan Jember Fashion Carnaval 2017 ikut mendorong pariwisata disana berkembang lebih pesat dan menemukan simpul baru disana. Promosi Kemenpar dengan #PesonaJFC2017 itu cukup mewarnai media sosial. Foto-foto keren karya koreografi dan desain pakaian karnaval Dynand Fariz itu menembus dunia maya. Sampai-sampai Menpar Arief Yahya menyebut ini sebagai karnaval terbaik Indonesia selama 16 tahun ini.

Dan penetapan Menpar Arief Yahya itu diamini Presiden Joko Widodo yang 12-13 Agustus 2017 itu juga ke Jember. Teori Menteri Arief berlaku, pengembangan destinasi itu ada 3A yang wajib seiring sejalan. Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal akses dan amenitas inilah, Jember masih belum siap.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun melakukan peninjauan ke Bandar Udara Hadinotonegoro, Jember Jawa Timur, Minggu (20/8). Hal ini dilakukan untuk merespons kelemahan di akses itu. Sebab, jika menuju ke Jember masih lama dan susah, maka wisman dan wisnus juga akan memilih destinasi lain yang lebih mudah, murah, menarik!

Presiden Joko Widodo menargetkan pengembangan bandara Hadinotonegoro selesai pada 2019. Menurut Presiden Jokkwi, ini dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas manusia dan barang serta meningkatkan arus investasi termasuk menumbuhkan pariwista ke Kabupaten Jember dan sekitarnya. 


Menteri Budi mengatakan pengembangan Bandara Notohadinegoro untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata di Jember dan kota sekitarnya, yakni Surabaya dan Bali.

Ditargetkan dengan pengembangan bandara, akan dapat menampung jumlah penumpang hingga 360 ribu per tahun, ujar Budi Karya Sumadi setelah sebelumnya menggelar rapat bersama Bupati Jember Faida dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso.

Itu artinya, dalam sehari nantinya minimal ada tiga pesawat berbadan medium yang melayani penerbangan di Bandara Jember.

Pengembangan Bandara Notohadinegoro akan dilakukan dalam dua tahap. Saat ini Bandar Udara Hadinotonegoro memiliki panjang landasan pacu 1645 x 30 m, taxiway 141 x 18 m, apron 68 m x 96 m, serta memiliki luas gedung terminal 920 m2.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved