Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dukungan Suami dan Keluarga Kunci Sukses Pemberian ASI Ekslusif Enam Bulan Pertama
Lampungpro.co, 04-Sep-2023

Amiruddin Sormin 1475

Share

Dosen Kebidanan Poltekes Tanjungkarang Yeyen Putriana, M.Keb. LAMPUNGPRO.CO/DOK.PRIBADI

BANDAR LAMPUNG--Orang tua yang baik pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang optimal. Untuk itu dibutuhkan salah satunya makanan terbaik buat sang anak mulai lahir hinggs menjelang remaja.

Makanan terbaik bagi bayi selama enam bulan kehidupannya hanya air susu ibu (ASI). Hal tersebut karena ASI lengkap kandungan gizi bagi bayi dalam usia enam bulan pertama kehidupannya. 

Dalam ASI terkandung enzyme, hormon, dan terutama kandungan zat imun dan anti infeksi yang sangat dibutuhkan bayi. Kebutuhan ASI yang tidak tercukupi menyebabkan berbagai dampak pada bayi dalam hal ini pertumbuhan dan perkembangan. 



Manfaat pemberian ASI sangat besar, Namun belum mampu meningkatkan angka cakupan asi ekslusif di Provinsi Lampung. Mengapa demikian?  Banyak faktor yang berkaitan dengan masih belum optimalnya pemberian ASI. 

Salah faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI adalah dukungan suami. Hal tersebut berdasarkan penelitian Mery Ramadhani yang menyebutkan 57% ibu mendapat dukungan suami dalam pemberian ASI ekslusif dua kali lebih besar berpeluang untuk memberikan ASI ekslusif. 

Penelitian Jayanta Hargi (2013) terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dan sikap ibu dalam pemberian ASI eklusif. Adanya dukungan suami menimbulkan sikap ibu menyusui menjadi lebih banyak positif dalam hal menyusui. 

Penelitian Yeyen Putriana (2022) tentang dukungan suami dalam menyusui dijelaskan dalam Jurnal Midwifery Universitas Malahayati menerangkan bahwa sebagian besar wanita secara fisik mampu menyusui, jika mendapat dorongan dan motivasi oleh suami lebih sukses dalam memberikan asi eklusif.  



Roesli (2007) menyatakan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor eksternal paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan ASI ekslusif. Dukungan keluarga menurut Freidman (2013) adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya.

Freidman (2013) mengumukakan bahwa dukungan keluarga dapat diberikan dalam beberapa bentuk yaitu dukungan imformasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan emosional. Jadi dukungan keluarga adalah bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan, dan penerimaan anggota keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan. 

Orang yang berada dalam lingkungan sosial yang suportif umumnya memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan rekannya yang tanpa keuntungan ini. Pasalnya, dukungan keluarga dianggap dapat mengurangi atau menyangga efek kesehatan mental individu. 

Penelitian Manaf (2010) menyatakan bahwa dukungan imformasional , dukungan penilaian, dukungan instrumental, dukungan emosional mempunyai hubungan signifikan dengan pemberian ASI ekslusif pada ibu bekerja di Kabupaten Aceh besar. Menyusui memerlukan kondisi emosional yang stabil, karena faktor psikologis ibu sangat memengaruhi produksi ASI. 

Menurut Roesli (2007) dari semua dukungan bagi ibu menyusui dukungan suami paling berarti bagi ibu. Suami dapat berperan aktif dalam keberhasilan ASI eksluif karena suami akan turut menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI (milk let down reflex) yang sangat dipengaruhi oleh keadaaan emosi atau perasaan ibu. 

Dukungan suami merupakan salah satu faktor penting dalam memicu reflex oksitosin sehingga produksi asi meningkat. (Adiningsih, 2004). Dukungan yang dapat diberikan kepada ibu menyusui antara lain adalah memberikan pujian/kata-kata positif, membantu pekerjaan rumah tangga saat ibu sibuk menyusui, memberikan minum saat ibu menyusui, memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik untuk ibu, memberikan pijatan, membawakan bantal untuk menyusui, menjadi tempat curhat yang nyaman bagi ibu.

Dukungan itu menimbulkan perasaan positif pada ibu. Di antaranya merasa nyaman dan kuat untuk menghadapi berbagai masalah dalam menyusui, kesedian untuk memberikan waktu menyusui sesusai keinginan bayi. Kemudian, kebahagian dan kegembiraan selama menyusui.  

Selain itu, berkurangnya kecemasan pada ibu karena percaya diri dapat menyusui. Terlebih pada ibu bekerja membutuhkan dukungan dari suami agar sukses memberikan ASI-nya. Karena pemberian ASI berpengaruh dalam keamanan ekonomi keluarga. 

Diperkirakan terjadi penghematan keuangan hingga Rp6,6 juta  per bulan bila bayi secara optimal diberikan ASI baik pada masa enam bulan pertama maupun pada masa menyusui selama dua tahun. Dukungan dan kepedulian suami terhadap masa menyusui merupakan cara  membentuk generasi sehat, cerdas, dan terhindar pemberian sufor yang tidak perlu. (***)

PenulisL Yeyen Putriana, M. Keb, Dosen Kebidanan Politeknik Kesehatan Negeri Tanjungkarang

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16055


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved