Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Even IDS Sumatera 2026 di Kalianda Bikin Geliat Ekonomi, Dagangan UMKM Laris dan Ludes Diserbu Pengunjung
Lampungpro.co, 24-May-2026

Febri 199

Share

Dagangan UMKM Diborong Pengunjung IDS 2026 | Lampungpro.co/Dok Kominfo

KALIANDA (Lampungpro.co): Di tengah deru mesin dan semarak Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026), terselip satu kisah sederhana yang justru paling membekas.

Ia adalah Ikhsanudin (68), pedagang asongan asal Kecamatan Candipuro, yang pagi itu datang sendiri dengan sepeda motornya. Seperti hari-hari biasa, ia membawa dagangan sederhana untuk dijajakan kepada pengunjung. Namun kali ini, hari itu terasa berbeda.

Belum lama tiba di lokasi, dagangannya justru langsung ludes diserbu pembeli. Bagi sebagian orang, mungkin itu sekadar transaksi biasa, namun bagi Ikhsanudin, itu adalah berkah yang tak disangka.

Dengan wajah haru yang sulit disembunyikan, pria lanjut usia (Lansia) itu mengaku sangat terbantu, oleh hadirnya even nasional yang digelar di Lampung Selatan tersebut.

"Dengan adanya acara ini, saya sangat merasa terbantu sekali. Biasanya saya jualan sampai sore baru habis, tapi dengan even ini, baru datang sudah langsung ludes dagangan," kata Ikhsanudin.

Kalimat sederhana itu menjadi potret paling nyata, sebuah even besar tidak hanya soal hiburan atau prestise daerah, tapi juga tentang dampak langsung yang dirasakan masyarakat kecil.

Bagi Ikhsanudin, IDS Sumatra 2026 bukan hanya sekadar ajang balap drifting nasional. Even tersebut telah menghadirkan ruang harapan, bahwa rezeki bisa datang lebih cepat, lebih baik, bahkan dari tempat yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.


Kisah Ikhsanudin hanyalah satu dari banyak cerita yang lahir dari gelaran Indonesia Drift Series Sumatra 2026. Di balik lintasan yang dipenuhi mobil drift dan atraksi para drifter nasional, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak.

Puluhan pelaku UMKM lokal diberi ruang untuk berjualan di area kegiatan, di mana para pedagang kecil, tukang parkir, hingga pelaku usaha di sekitar Kalianda, ikut merasakan dampaknya.

Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membawa efek berantai bagi ekonomi lokal. Warung-warung ramai, lapak-lapak kecil hidup, dan warga merasakan langsung even nasional seperti ini bukan hanya milik penyelenggara atau peserta, tapi juga milik masyarakat.

Momentum ini, sekaligus menegaskan arah pembangunan Lampung Selatan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah. (***)

Editor : Febri Arianto
Reporter : Hendra

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved