Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tanpa APBD, Aksi Nyata Bupati Egi Boyong Even Nasional IDS ke Lampung Selatan
Lampungpro.co, 24-May-2026

Febri 185

Share

Bupati Lampung Selatan Saat Membuka Even IDS Sumatera 2026 | Lampungpro.co/Dok Kominfo

KALIANDA (Lampungpro.co): Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan. Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena.

Akhir pekan ini Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatera 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, yang resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatera.

Namun di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan, keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi.

Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder, untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.

"Untuk even ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD, dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, ini kami gratiskan," kata Radityo Egi Pratama di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026).

Langkah Bupati Egi ini, turut mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif.

Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani mengungkapkan, dampak dari even ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah, di mana pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan.

"Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kami juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked, sehingga ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil ditangkap," ungkap Tri Umaryani.

Keberhasilan IDS ini, merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix, di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media, bergerak bersama dalam satu irama.

Dampak ekonomi yang masif, juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma.

Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara. (***)

Editor : Febri Arianto
Reporter : Hendra

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved