Kedua, lanjut Menpar Arief, Destinasi: Environmental Sustainability, ranking Indonesia masih buruk.
Dalam pertemuan dengan Helen Marano, Senior Vice President WTTC, Menpar berharap untuk mendapatkan masukan benchmarking dari negara lain melalui WTTC dalam mengatasi masalah-masalah environmental sustainability.
Ketiga, ungkap Menpar Arief, Kelembagaan: De-regulasi. Di Indonesia terdapat 42.000 peraturan. Maka dari, deregulasi sangat penting. Yang sudah dilakukan: Ease of Entering Indonesia: Visa Free, pencabutan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT) Policy, pencabutan asas Cabotage, katanya.
Lalu, lanjut Arief Yahya, harus dibuat Ease of Doing Business (FDI): 10 Bali Baru, KEK. Harus diakui, kalau kita ingin hasil yang luar biasa, harus mengguanakan cara yang tidam biasa, katanya.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga memaparkan perkembangan pariwisata Indonesia terkini dimana jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sampai Indonesia pada Agustus 2017 mencapai 1,35 juta wisman.
Dengan capaian ini optimis target 15 juta wisman akhir tahun 2017 akan terlampaui. Pertumbuhan pariwisata Indonesia sangat tinggi mencapai 25,6 persen dari Januari hingga Agustus 2017. Indonesia masuk daftar top 20 in the world, kata Arief Yahya. (*)
Berikan Komentar
Lampung Timur
400
Lampung Selatan
1022
Kominfo Lampung
1026
8051
28-Mar-2026
400
18-Mar-2026
982
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia