PADANG (Lampungpro.com): Seluruh generasi muda untuk meneladani figur dan pemikiran Prof Dr H Abdul Malik bin Haji Karim Amrullah atau yang akrab dipanggil Buya Hamka. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius, dalam seminar sehari Refleksi Pemikiran Hamka di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/3/2017).
Buya Hamka, menurut Suhardi Alius, memiliki integritas dan kecerdasan yang patut diteladani oleh generasi muda Indonesia. Terutama dalam menghadapi gelombang globalisasi yang membuat turbulensi dalam dinamika kebangsaan seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
"Marilah kita teladani figur Buya Hamka dengan integritas dan kecerdasan intelektual beliau, baik sebagai seorang ulama, sastrawan, pujangga, maupun negarawan. Apalagi akhir-akhir ini kita menghadapi gelombang globalisasi yang membuat dinamika kebangsaan kita mengalami turbulensi," kata Suhardi.
Suhardi, yang juga menghadiri peletakan batu pertama Masjid Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka, itu mengatakan belajar dan meneladani sosok Buya Hamka menjadi penting bagi kalangan generasi muda saat ini. Apalagi, banyak sekali paham dan pengaruh dari luar yang kini tengah merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara di Bumi Nusantara, terutama paham radikal terorisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Salah satu persoalan kebangsaan hari ini adalah terorisme yang berakar dari krisisnya paham kebangsaan. Untuk itu, sangat penting seluruh komponen bangsa, terutama generasi, untuk kembali belajar dari teladan guru kita, Buya Hamka tentang konsep kebangsaan yang sesuai dengan falsafah Indonesia," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.
Banyak sekali teladan yang bisa dipelajari dari sosok Buya Hamka. Dalam ajarannya Hamka selalu menekankan perbedaan itu adalah rahmat Tuhan dan Tuhan tidak pernah memaksakan hamba-Nya untuk sama. Selain Kepala BNPT, seminar sehari itu juga dihadiri mantan ketua umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif. "Kelompok radikal terorisme selalu memaksakan ideologi mereka kepada orang lain, apakah tentang konsep jihad dan takfiri. Padahal, apa yang mereka paksakan itu melenceng dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. (*/ANT/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16251
EKBIS
8880
Bandar Lampung
6218
126
04-Apr-2025
153
04-Apr-2025
135
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia