Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Generasi Muda Indonesia Diminta Teladani Buya Hamka
Lampungpro.co, 26-Mar-2017

Lukman Hakim 1379

Share

PADANG (Lampungpro.com): Seluruh generasi muda untuk meneladani figur dan pemikiran Prof Dr H Abdul Malik bin Haji Karim Amrullah atau yang akrab dipanggil Buya Hamka. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius, dalam seminar sehari Refleksi Pemikiran Hamka di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/3/2017).

Buya Hamka, menurut Suhardi Alius, memiliki integritas dan kecerdasan yang patut diteladani oleh generasi muda Indonesia. Terutama dalam menghadapi gelombang globalisasi yang membuat turbulensi dalam dinamika kebangsaan seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

"Marilah kita teladani figur Buya Hamka dengan integritas dan kecerdasan intelektual beliau, baik sebagai seorang ulama, sastrawan, pujangga, maupun negarawan. Apalagi akhir-akhir ini kita menghadapi gelombang globalisasi yang membuat dinamika kebangsaan kita mengalami turbulensi," kata Suhardi.

Suhardi, yang juga menghadiri peletakan batu pertama Masjid Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka, itu mengatakan belajar dan meneladani sosok Buya Hamka menjadi penting bagi kalangan generasi muda saat ini. Apalagi, banyak sekali paham dan pengaruh dari luar yang kini tengah merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara di Bumi Nusantara, terutama paham radikal terorisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Salah satu persoalan kebangsaan hari ini adalah terorisme yang berakar dari krisisnya paham kebangsaan. Untuk itu,  sangat penting seluruh komponen bangsa, terutama generasi, untuk kembali belajar dari teladan guru kita, Buya Hamka tentang konsep kebangsaan yang sesuai dengan falsafah Indonesia," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Banyak sekali teladan yang bisa dipelajari dari sosok Buya Hamka. Dalam ajarannya Hamka selalu menekankan perbedaan itu adalah rahmat Tuhan dan Tuhan tidak pernah memaksakan hamba-Nya untuk sama. Selain Kepala BNPT, seminar sehari itu juga dihadiri mantan ketua umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif. "Kelompok radikal terorisme selalu memaksakan ideologi mereka kepada orang lain, apakah tentang konsep jihad dan takfiri. Padahal, apa yang mereka paksakan itu melenceng dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. (*/ANT/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16251


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved