Pemerintah daerah juga diharapkan bisa meningkatkan sosialisasi dan mencegah aktivitas pembakaran, yang tentunya berpotensi memicu kebakaran selama musim kering.
Salah satu fokus penanganan adalah kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, yang telah berlangsung selama 24 hari sejak 25 September 2026.
Hingga laporan penanganan 18 Oktober 2026, pemadaman dari darat telah menjangkau sekitar 192 hektare, sementara operasi water bombing atau pengeboman air, telah dilakukan sedikitnya 923 kali dengan estimasi area yang terkena siraman sekitar 124 hektare.
Pemantauan menggunakan drone pada pukul 17.00 WIB sehari sebelumnya, masih mengindikasikan sekitar 30 hektare area terbakar atau berasap. Area tersebut, tersebar di titik B sekitar 3 hektare, titik C sekitar 13 hektare, dan titik D sekitar 14 hektare.
Operasi darat juga terus dilakukan oleh empat tim melalui pemantauan drone, pemadaman di Rawa Gelam dan titik B, serta pembukaan jalur sekitar 6 kilometer menuju titik D.
Petugas menghadapi sejumlah kendala, seperti vegetasi yang rapat, keterbatasan peralatan dan logistik, serta jarak sumber air dari Sungai Way Pegadungan ke titik api yang mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Untuk memperkuat operasi, BNPB memberikan dukungan peralatan pemadaman yang direncanakan didistribusikan kepada sekitar 350 personel satgas darat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga berharap, adanya tambahan helikopter untuk memperkuat pemadaman dari udara.
Berikan Komentar
Kominfo LamSel
730
Olahraga
753
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia