Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Mirza Minta HKTI Jadi Penghubung Petani, Pemerintah, dan Dunia Usaha
Lampungpro.co, 01-Aug-2026

Adi 172

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Menghadiri Pelantikan DPC HKTI Provinsi Lampung | Lampungpro.co/Dok.Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, berharap Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjadi organisasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan petani. HKTI juga diharapkan menjadi penghubung antara petani, pemerintah, dan dunia usaha untuk memperkuat sektor pertanian di Lampung.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Provinsi Lampung sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Lampung di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, melantik pengurus 15 DPC HKTI kabupaten/kota se-Lampung untuk masa bakti 2026-2031.

Gubernur Mirza mengatakan, HKTI memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan organisasi yang mampu menyerap aspirasi petani dan menjembatani kerja sama dengan dunia usaha.

"HKTI harus hadir melalui kerja nyata yang terukur untuk menjawab kebutuhan petani. Pemerintah membutuhkan HKTI sebagai jembatan antara petani, dunia usaha, dan pemerintah agar dapat tumbuh bersama," ujar Mirza.

Ia menjelaskan, pembangunan pertanian Lampung ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemerintah juga mendorong hilirisasi agar hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga meningkatkan pendapatan petani.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, Gubernur berharap HKTI ikut menggerakkan hilirisasi komoditas unggulan, seperti padi, jagung, dan singkong. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, kemitraan usaha, serta peningkatan daya saing produk pertanian.

"Program-program unggulan HKTI ke depan akan menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung. Kita ingin pertanian tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani," katanya.

Selain hilirisasi, Mirza meminta HKTI ikut mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

Pemprov Lampung, lanjutnya, juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian. Beberapa program yang disiapkan antara lain pembangunan infrastruktur pascapanen, penyediaan fasilitas pengering hasil panen, silo penyimpanan, hingga pemberian beasiswa bagi anak-anak petani.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Abdul Kadir Karding, mengajak seluruh pengurus HKTI di Lampung memanfaatkan momentum ketika sektor pertanian menjadi salah satu prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan, pemerintah tengah mempercepat sejumlah program strategis pertanian, mulai dari optimalisasi lahan, pembukaan sawah baru, revitalisasi irigasi, pengembangan benih unggul, hingga modernisasi pertanian berbasis teknologi.

"Peran HKTI akan diuji. Organisasi ini harus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan pertanian di lapangan demi tercapainya swasembada pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani," ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan, seperti jagung, gula, dan tapioka.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, HKTI diharapkan memperkuat pemberdayaan petani, memperluas akses pasar, mengembangkan kelembagaan ekonomi petani, serta mendorong ekspor produk pertanian.

Abdul Kadir menegaskan, HKTI harus bertransformasi menjadi organisasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui advokasi kebijakan, pendampingan usaha tani, regenerasi petani, dan peningkatan daya saing sektor pertanian.

"HKTI harus mampu menunjukkan perannya. Bendera HKTI harus berkibar untuk kesejahteraan petani, khususnya di Provinsi Lampung," tegasnya.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

615


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved