Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik Harus Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Lampungpro.co, 28-Oct-2026

Febri 416

Share

Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Momentum 81 tahun PLN menerangi negeri, menjadi refleksi perjalanan kelistrikan sekaligus menegaskan komitmen dalam mewujudkan swasembada energi hijau untuk menggerakkan kehidupan dan kemandirian bangsa.

JAKARTA (Lampungpro.co): Peringati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) berkomitmen untuk terus menjadi penggerak kemandirian bangsa dan pemerataan pembangunan, melalui penyediaan energi yang berkeadilan.

Mengusung tema besar "Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia," momentum 81 tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan nasional, sekaligus penegasan arah masa depan PLN dalam menghadirkan energi yang andal, hijau, dan berdaya jangkau luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kini, di tengah dinamika pertumbuhan nasional dan tuntutan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan energi, melainkan memimpin akselerasi transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan terintegrasi, serta inovasi teknologi masa depan demi kedaulatan energi nasional.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar mengatakan, PLN siap menerjemahkan arahan pemerintah pusat melalui Danantara Indonesia, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menuju kedaulatan dan swasembada energi hijau secara terencana, terukur, dan berjalan selaras dengan kebutuhan bangsa.

"Arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kami. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), harus dilaksanakan," kata Suroso Isnandar saat Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026, di Kantor Pusat PLN, Jakarta pada Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus dituntaskan. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Suroso menilai, di tengah perjalanan panjang PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat, satu hal yang tidak pernah berubah yaitu setiap gangguan yang terjadi harus segera ditangani. Berbagai tantangan di lapangan, semua harus dihadapi untuk mempercepat pemulihan, dengan tetap mengutamakan ketelitian dan keselamatan dalam setiap pekerjaan.

Keandalan listrik sendiri, berpengaruh langsung pada setiap sendi kehidupan masyarakat. Bagi pedagang, listrik menopang usaha dan menjaga barang dagangan.

Kemudian bagi rumah sakit, listrik mendukung pelayanan dan perawatan pasien. Lalu bagi anak-anak, listrik menunjang kegiatan belajar, sementara bagi industri, listrik menjaga produksi tetap berjalan.

Oleh karena itu, setiap gangguan dapat berarti aktivitas yang tertunda, penghasilan yang terganggu, hingga kekhawatiran bagi masyarakat, semua harus segera ditangani.

Untuk merespons kebutuhan tersebut, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material untuk mempercepat pemulihan, hingga memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

"Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kami sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyebrang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi," ujar Suroso Isnandar.

Dengan kondisi tersebut, PLN harus langsung menjawab kegelisahan masyarakat yang bertanya kapan listrik menyala. Suroso tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Suroso menjelaskan, peran listrik terus berkembang melampaui fungsi sebagai komoditas semata. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi enabler bagi kehidupan dan pembangunan, yang menyentuh langsung aspek sosial dan roda perekonomian rakyat.

PLN terus melangkah maju dengan semangat PLN Empower All, dengan mengupayakan agar setiap energi yang disalurkan, semuanya mampu membuka peluang dan memberdayakan kehidupan.

Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik setiap rumah, yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gaji 3,3 Juta, Kebutuhan 5 Juta di...

Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...

720


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved