Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas, Pemprov Lampung Intensif Lanjutkan Pemantauan dan Pengawasan
Lampungpro.co, 29-Oct-2026

Febri 251

Share

Kondisi TNWK Lampung Timur | Lampungpro.co/Dok Kominfo

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, meski titik kebakaran yang dipantau melalui udara tidak lagi menunjukkan asap maupun titik api.

Berdasarkan pemantauan menggunakan drone oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Darat pada Rabu (28/10/2026), sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran, terpantau tidak lagi mengeluarkan asap hingga siang hari.

Kondisi tersebut, didukung hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur kawasan operasi pada dini hari, sekitar pukul 01.20 hingga 02.45 WIB. Hujan kemudian berlanjut dalam bentuk gerimis hingga pagi hari.

Pemantauan udara sekitar pukul 11.40 WIB, menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Sementara itu, pemantauan di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.

Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf Jonathan Ginting mengatakan, hasil pemantauan udara tersebut diperkuat dengan pengecekan langsung oleh personel darat, yang dikerahkan ke seluruh titik sasaran pemadaman.

"Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK Lampung Timur, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada," kata Letkol Inf. Jonathan Ginting dalam laporannya pada Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan pada titik A, B, C, dan D. Hasil pengecekan personel di lapangan, juga dikonfirmasi melalui pemantauan menggunakan drone yang menyisir kawasan terdampak dari udara.

Meski demikian, hasil pemantauan tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan penanganan di lapangan. Satgas Darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Penanganan karhutla di kawasan TNWK Lampung Timur, terus dilakukan secara terpadu oleh Pemprov Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Upaya tersebut, juga melibatkan personel TNI dari Kodam XXI Radin Inten, termasuk Tim Alfa, Yon TP, dan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim), serta personel Polri dan Manggala Agni.

Jonathan menyebut, keberhasilan pengendalian kebakaran merupakan hasil kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman, baik personel darat maupun tim pendukung dari udara.

Personel yang terlibat meliputi TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Upaya pemadaman juga didukung tim water bombing, atau pemadaman menggunakan pengeboman air dari udara, serta tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Secara keseluruhan, ada 350 personel gabungan telah terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Lampung selama lebih dari satu bulan. Mereka menjalankan operasi dari Camp BOD 123 untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.

Selain pemadaman di darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan untuk mendukung penanganan di kawasan prioritas. Operasi ini, menjadi bagian dari strategi untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung pemadaman dan pendinginan area terdampak.

Hujan yang mengguyur kawasan pada dini hari, turut membantu proses tersebut, terutama dalam mendinginkan lahan yang sebelumnya terbakar.

Pemprov Lampung bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman. Tim Satgas Darat juga melakukan mop up atau pemadaman lanjutan, guna membersihkan sisa api dan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Patroli intensif dan deteksi dini juga dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Selain itu, petugas memetakan areal yang terbakar sebagai bagian dari evaluasi kondisi lapangan dan penentuan langkah penanganan berikutnya.

Langkah tersebut, dinilai penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas yang perlu dijaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayatinya. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gaji 3,3 Juta, Kebutuhan 5 Juta di...

Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...

788


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved