Untuk itu ia mendorong para fashion designer, khususnya modest fashion, untuk dapat memaksimalkan konten-konten lokal yang dimiliki Indonesia. Seperti diketahui, nature and cultural resouces di Indonesia masuk ke dalam urutan 20 besar dunia.
"Harus memasukkan konten lokal. Karena itu memang menjadi ciri kita. Baik tentun, batik, atau kita punta mutiara dan batu-batuan, semua itu bisa menjadi kombinasi," ujarnya.
Ia pun mengajak para asoasiasi, kementerian/lembaga lain untuk dapat bersama-sama mencapai hal tersebut dengan berbagai kegiatan.
"Kita di pariwisata sangat memanfaatkan ini untuk menjadi daya tarik untuk wisatawan. Sehingga destination brand kita menjadi lebih kaya, sebagai kiblat fashion muslim dunia," ujar Esthy.
Project Director IMFW 2017, Jeny Tjahyawati mengatakan perkembangan fashion yang sangat pesat belakangan ini menjadi daya tarik tersendiri khususnya pada modest fashion yang memberikan inspirasi fashion kepada para pecinta mode secara global.
"Daya tarik ini bisa saling bersinergi mengingat fashion dapat menjadi bagian menarik yang dapat ditawarkan ke sektor lain, yakni industri pariwisata," ujar Jeny.
Sehingga keduanya bisa saling berkolaborasi untyuk mempromosikan Indonesia dan memperlihatkan potensi fashion Indonesia yang pada akhirnya turut mendongkrak kunjungan wisatawan.
Berikan Komentar
Lampung Timur
766
Lampung Selatan
1376
Kominfo Lampung
1376
8400
28-Mar-2026
274
19-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia