Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ingat Lampung Ingat Kopi, Ingat Kopi Ingat Lampung
Lampungpro.co, 15-Dec-2017

Lukman Hakim 1258

Share

Lampungpro.com, Portal berita Lampung, Portal Berita Online Lampung, Situs Berita Online Lampung, Berita Online Lampung Terdepan, Berita Online Lampung Terkini, Situs Berita Pembangunan Lampung, Situs Berita Pariwisata Lampung, Situs Berita Pendidikan Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Nasional Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Berita Bisnis Lampung Terdepan, Berita Politik Lampung Terkini, Persiapan Asean Games, Berita Asian Games Terkini

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Setiap provinsi yang ada di Indonesia mempunyai semboyan dalam mempersatukan masyarakat daerahnya, seperti Provinsi Lampung melekat dengan semboyan Sang Bumi Ruwa Jurai yang berarti satu daerah ditempati oleh dua adat/tradisi yakni Saibatin dan Pepadun (id.wikipedia.org).

Sejak nenek moyang terdahulu hingga kita yang lahir di dunia ini, statement negara Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam selalu menggaung di telinga kita. Mungkin secara tidak sadar hal tersebut seolah membuat kita larut dan berpikir tidak perlu berkerja lebih keras lagi. Namun saya percaya kita bukan generasi yang mudah puas apalagi malas berjuang.

Bicara soal Lampung, image kopi mengikutinya. Kopi merupakan komoditas unggulan di Lampung. Jenis kopi yang dibudidayakan oleh mayoritas petani kopi di daerah Lampung adalah kopi robusta. Sebagian besar perkebunan kopi Lampung terletak di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, dan daerah Tanggamus. Provinsi Lampung sendiri sebagai penghasil kopi robusta terbesar di tanah air sekaligus pengekspor. Luas areal kopi di segitiga emas kopi Indonesia (Lampung, Sumsel, dan Bengkulu) adalah 463.000 ha dengan produksi 218.000 ton.

Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia setelah Brasil, Kolombia, dan Vietnam sebagai negara penghasil kopi. Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.000 ha dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 200.000 kepala keluarga (sumber : AEKI Lampung). Tak heran akhir September 2017 lalu Provinsi Lampung (Bandar Lampung) sukses menggelar acara Internasional Coffee Day dengan berbagai rangkaian acara seperti Kejuaraan Barista Nasional 2017. Tujuan tersuratnya adalah memperkenalkan kopi robusta Lampung ke manca negara sehingga diharapkan mampu mem-branding kopi Lampung, juga meningkatkan nilai jual yang lebih mendunia.

Kopi memiliki potensi tinggi dalam memperkuat wisata di Provinsi Lampung. Ketika wisatawan datang dan berkunjung ke Lampung, yang timbul dalam benak mereka adalah membeli cindera mata jenis kopi robusta, yang berkorelasi dengan, Minum kopi ingat Lampung, berkunjung ke Lampung tidak lengkap tanpa membeli kopi.

Hal tersebut sejalan dengan program strategis gubernur kita saat ini (Moh.Ridho Ficardo) yaitu memperkuat Lampung sebagai tujuan wisata. Dalam upaya pembinaan para petani kopi, hendaknya kalangan industri kopi di daerah tersebut didorong untuk memperluas kemitraan dengan petani setempat agar mampu meningkatkan mutu biji kopi Lampung berstandar internasional.

Di Thailand, konsep pertanian berwawasan pariwisata telah berhasil berjalan mengemas produk pertanian dari hulu ke hilir menjadi produk pariwisata. Saya rasa Provinsi Lampung tidak kalah dengan Thailand dalam bidang pertanian. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan Provinsi Lampung berupaya untuk terus meningkatkan konsumsi kopi lokal. Ia mengakui tingkat konsumsi kopi dalam negeri masih kecil, yakni sekitar 1,1 kg per kapita per tahun. Sementara, yang tertinggi adalah Finlandia 11,4 kg per kapita per tahun. Namun potensi pasar dalam negeri masih bisa terus berkembang.

Maka pemerintah daerah Lampung bersama stakeholder dapat terus berupaya menaikkan pamor kopi lampung dengan rutin mengadakan berbagai event seperti ngopi gratis bersama gubernur, wali kota atau para pemangku kepentingan agar masyarakat lebih tertarik dan bersedia mengenal kopi, mengadakan Peringatan Hari Kopi Internasional (seperti beberapa bulan lalu) setiap tahun sebagai upaya mempromosikan kopi menjadi gaya hidup masyarakat, baik di Lampung maupun nasional, sehingga Ingat Lampung Ingat Kopi, Ingat Kopi Ingat Lampung. (**)

Paulina Citra Dewi

Finalis 20 Besar Duta Baca Mahasiswa Lampung 2017

 

 

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved