JAKARTA (Lampungpro.com): Jaringan 4G LTE sekarang sudah bisa dinikmati di empat destinasi wisata prioritas di Indonesia Timur. Yaitu di Wakatobi Sulawesi Tenggara, Morotai Maluku Utara, Bunaken Sulawesi Utara dan Raja Ampat Papua Barat.
Traveler bisa menggunakan Telkomsel jika ingin eksis di medsos saat mengunjungi destinasi wisata prioritas di Indonesia. Dukungan kualitas dan kemudahan akses diberikan bagi 'Bali Baru'. Total ada 12 destinasi yang disiapkan.
"Jumlah BTS terus kami tambah. Kualitas pun ditingkatkan. Fasilitas itu kami berikan untuk mendukung mobilitas wisatawan saat berlibur," kata Manager Media Relation Telkomsel Aldin Hasyim pada Selasa (20/2/2018).
Total sudah 639 BTS 4G LTE telah terpasang di 'Bali Baru'. Peningkatan kualitas itu dilakukan di Bunaken, Raja Ampat, Wakatobi, Morotai, Labuan Bajo hingga Mandalika. Hal serupa juga diterapkan di Bromo, Borobudur, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang dan Danau Toba.
Sebagai gambaran layanan prima, sebanyak 15 BTS 4G LTE telah berdiri di Wakatobi. Sedangkan Morotai memiliki lima BTS 4G LTE. Kemudian enam fasilitas serupa diadopsi Bunaken dan sudah terpasang tujuh di Raja Ampat.
Selain itu, layanan mobile BTS dengan kapasitas jaringan besar juga disiapkan. Itu dilakukan untuk mendukung berbagai event skala besar di Bali Baru tersebut.
"Implementasi 4G agar memberi broadband experience yang lebih baik. Yang jelas, kami fokus pada digitalisasi destinasi pariwisata. Harapannya bisa terus meningkatkan devisa dan menarik minat investasi," kata Aldin menambahkan.
Menurut Aldin, Telkomsel kaberkomitmen untuk membangun ribuan BTS di 2018. Soal Lokasi, tetap di destinasi pariwisata. Total BTS yang telah dibangun mencapai 152.000 unit. Dari angka itu, 67,7 persen atau 103.000 tower merupakan BTS 4G dan 3G. Beragam layanan digital untuk mendukung destinasi juga sudah disiapkan.
Ada layanan uang digital Tcash, aplikasi, hingga streaming video dan musik. Layanan VideoMAX dengan konten video premium on demand dari Hooq dan Viu juga diberikan. "Apa yang menjadi kebutuhan wisatawan kami penuhi. Semua kegiatan dilakukan secara digital. Semua dilakukan secara online. Mulai dari pencarian informasi, pemesanan paket wisata, hingga pembayaran," kata ia melanjutkan.
Aktivitas wisatawan memang erat dengan dunia maya. Sebab, hampir 70 persen search and share dilakukan secara digital. Branding destinasi empat kali lebih efektif secara digital daripada konvensional. Hebatnya, strategi branding digital Indonesia jauh lebih efektif dari Malaysia dan Thailand. Pointnya 79,1 dan ada di peringkat 47 dunia. Namun, masih kalah dari Singapura yang memiliki point 79,7 dan ada di posisi 38 dunia.
Jaringan broadband berkualitas itu modal berharga Indonesia. Layanan digital harus dioptimalkan. Indonesia harus bersaing dengan Singapura, Malaysia dan Thailand. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Telkomsel karena memiliki komitmen dalam mendukung sektor pariwisata nasional go global.
"Saya acungkan dua jempol ke Telkomsel soal komitmennya membangun infrastruktur Teknologi Informasi (TI) untuk sektor pariwisata. Ingat, more digital more global, more digital more personal, more digital more professional," kata Arief.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16812
EKBIS
9537
Lampung Selatan
5365
Bandar Lampung
5141
Bandar Lampung
5002
152
05-Apr-2025
217
05-Apr-2025
383
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia