BANTUL (Lampungpro.com)-Desa-desa wisata di tanah air terus termotivasi untuk mengembangkan daerahnya untuk dijadikan desa wisata agar menarik wisatawan datang. Upaya tersebut dilakukan dengan atraksi budaya dan destinasi wisata baru yang diperkenalkan. "Adat istiadat, budaya, tradisi dan kebiasaan kita adalah atraksi yang menarik buat wisman. Munculkan kekuatan budaya itu untuk menarik wisman ke tanah air ke desa wisata dan homestaynya," ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta.
Seperti yang terjadi di Desa Wisata Ngringinan disana ada Museum Bantul Masa Belanda. Museum ini menjadi salah satu daya tarik di Desa Wisata tersebut. Di desa ini ada suatu bangunan yang khusus menyimpan banyak benda, foto dan film dokumenter tentang beberapa peninggalan Belanda di akhir tahun 1800-an serta diawal tahun 1900-an di Bantul dan sekitarnya.
Di museum ini, wisatawan akan dibawa kembali ke masa lampau, masa ketika Bantul dan Palbapang khususnya pernah menjadi pusat kota dan perekonomian. Ada foto yang menggambarkan Stasiun Kereta Palbapang di masa lampau yang menjadi pusat pertemuan kereta dari barat (Pabrik Gula Sewugalur), selatan (Pabrik Gula Gondanglipuro Ganjuran-Dawetan- Pabrik Gula Pundong) dan ke utara (Stasiun BantulStasiun Tugu Jogjakarta).
Juga film tentang Pabrik Gula Gondanglipuro Ganjuran yang sangat terkenal, suasana pabrik, suasana perkebunan tebu dan suasana pedesaan tempo dulu. Wisatawan juga akan disuguhi peristiwa monumental peresmian Candi Ganjuran yang terkenal itu dengan foto-foto proses peletakan batu pertama sampai peresmiannya.
Juga tidak kalah penting foto-foto peresmian Gereja Ganjuran yang merupakan jejak katholik Belanda pada tahun 1924. Tidak ketinggalan beberapa benda koleksi peninggalan zaman kolonial seperti mata uang, surat, pakaian dan lain-lain.
Di sisi lain bangunan museum ini, wisatawan bisa melihat proses pembuatan makanan oleh-oleh khas Bantul, Madumongso. Proses pembuatan diawali dengan pembuatan tape ketan sebagai bahan utama makanan ini.
Lalu pembuatan enten-enten dan terakhir memasak semua bahan, tape, enten-enten dan gula serta santan di atas tungku kayu bakar selama sekitar 4 jam. Lalu proses selanjutnya adalah membuat bentuk yang diinginkan dan terakhir pengemasan.
Wisatawan bisa ikut merasakan sensasi mengaduk adonan tape, enten-enten, santan dan gula jawa di atas tungku api yang apinya harus selalu terjaga, ujar Ketua Pengelola Desa Wisata Ngringinan, Windu Kuntoro.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16589
EKBIS
9267
Lampung Selatan
5108
Bandar Lampung
4910
Bandar Lampung
4777
128
05-Apr-2025
321
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia