BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) menyelenggarakan Kampanye Polinela sebagai Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas sebagai upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang setara, ramah, dan berkeadilan, pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
Kegiatan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Polinela. Melalui kampanye ini, Polinela memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan mengembangkan potensi diri tanpa diskriminasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Unit Layanan Disabilitas Polinela, Nanang Wahyu Prajaka, S.P., M.Biotech. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kampus inklusif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut pola pikir, sikap, dan budaya interaksi seluruh sivitas akademika.
“Kampus inklusif bukan hanya tentang menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian bersama. Setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan kampus tanpa menghadapi stigma maupun diskriminasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan ULD memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi seluruh unsur kampus, berbagai hambatan dalam proses pembelajaran dan aktivitas kemahasiswaan diharapkan dapat diidentifikasi serta diatasi secara bertahap.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., yang hadir mewakili Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si.
Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Perbedaan kondisi maupun kebutuhan seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
“Polinela berkomitmen untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Setiap mahasiswa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berprestasi, dan mengembangkan diri. Karena itu, mewujudkan kampus ramah disabilitas merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Unit Layanan Disabilitas, melainkan seluruh sivitas akademika,” ungkap Agung Adi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komitmen terhadap kampus inklusif perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari peningkatan pemahaman mengenai disabilitas, penguatan layanan pendukung, penyediaan fasilitas yang aksesibel, hingga pembentukan budaya akademik yang menghormati keberagaman.
“Kesetaraan tidak cukup hanya dinyatakan melalui komitmen, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan, kebijakan, fasilitas, dan interaksi sehari-hari. Kita ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa merasa diterima, dihargai, dan memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam seluruh aktivitas pendidikan di Polinela,” tambahnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen kelembagaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas Kampus Inklusif Polinela secara simbolis oleh jajaran pimpinan yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif, menjunjung tinggi kesetaraan, serta mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas di lingkungan kampus.
Komitmen ini diharapkan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan fasilitas yang aksesibel, dan penguatan budaya akademik yang ramah disabilitas.
Memasuki sesi materi, kegiatan menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi untuk memperluas wawasan peserta mengenai pendidikan inklusif dan kehidupan penyandang disabilitas.
Sesi pertama mengangkat tema “Role Model Disabilitas: Perjalanan Pendidikan Penyandang Disabilitas dan Mewujudkan Kesempatan yang Setara”, dengan narasumber Dr. Agung Fainendo, S.Sos.I., M.Pd.,
Sesi ini membahas perjalanan pendidikan penyandang disabilitas dan pentingnya membuka akses serta kesempatan yang setara dalam memperoleh pendidikan. Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa hambatan aksesibilitas dan lingkungan yang belum sepenuhnya mendukung dapat memengaruhi kesempatan penyandang disabilitas dalam menempuh pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri.
Pengalaman dan perspektif yang disampaikan dalam sesi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang, meraih prestasi, dan berkontribusi sesuai potensinya.
Sesi kedua menghadirkan Pravitasari, S.Psi., M.Sc., yang menyampaikan materi bertema “Memahami Disabilitas, Menghapus Stigma, dan Menciptakan Lingkungan yang Ramah Disabilitas.”
Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya melihat disabilitas secara lebih inklusif, menghindari prasangka dan pelabelan negatif, serta membangun interaksi yang menghormati martabat dan kebutuhan setiap individu. Lingkungan yang ramah disabilitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh sikap terbuka, komunikasi yang tepat, dan kesediaan untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan.
Melalui kedua sesi tersebut, kampanye ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang sivitas akademika terhadap disabilitas sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pendidikan inklusif memerlukan keterlibatan aktif seluruh warga kampus.
Penyelenggaraan kampanye ini menjadi bagian dari upaya Polinela memperkuat peran Unit Layanan Disabilitas dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya aksesibilitas, kesetaraan, dan partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas.
Sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, Polinela terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan. Pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga perlu memastikan bahwa setiap individu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, membangun kemandirian, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui Kampanye Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas, Polinela menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk berkembang tanpa diskriminasi. (***)
Berikan Komentar
Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...
4290
Kominfo LamSel
866
Olahraga
884
Kominfo Lampung
1004
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia