Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

KEK Singhasari dan Polowijo Siap Topang BTS di Jawa Timur
Lampungpro.co, 29-Jul-2017

1082

Share

SURABAYA (Lampungpro.com)-Target 20 juta wisatawan tahun 2019 terus dimatangkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Dua kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni Singhasari dan Polowijo tengah disiapkan di Jawa Timur. Kawasan itu, nantinya akan diset menopang keberadaan Bromo Tengger Semeru  (BTS) yang tengah dikembangkan menjadi 10 Bali Baru.

Realita ini terekam jelas saat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Timur, 27-28 Juli 2017. Bagi Menpar Arief Yahya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini sangat penting dan berharap segera diwujudkan. "Ini follow up dari Badan Otorita Nasional Pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pengembangan Badan Otorita TNBTS tersebut, dalam skala luas, hingga Singosari diharapkan menjadi penyangga serta pendukung TNBTS," kata Menpar Arief Yahya, Kamis (27/7).

Sebelumnya Pemerintah telah menetapkan 10 pembangunan prioritas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), antara lain Danau Toba, Sumetera Utara (Sumut) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tanjung Lesung, Banten, dan Tanjung Kelayang, Bangka Belitung.

Nah, pembangunan KEK tidak dibatasi hanya pada 10 kawasan ini. Dan Arief Yahya menilai Singhasari dan KEK Polowijo telah memenuhi kriteria daerah menjadi KEK. "Pertama, dari sisi atraksi, harus menjadi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) lebih dulu. Dengan begitu, kawasan tersebut sudah terbukti memiliki daya tarik, baik itu dari budaya atau alamnya. Kedua adalah dari sisi aksesibilitas, yaitu KEK yang diusung harus dekat dengan pelabuhan atau bandara internasional. Dan ketiga adalah dari sisi luasan area, setidaknya, KEK harus dibangun di lahan seluas lebih dari 100 hektar," katanya.

Saat ini, KEK Singhasari telah menyiapkan lahan seluas 200 hektar dan berada di tiga desa, yakni Desa Langlang, Purwoasri dan Klampok. Ketiganya akan menfokuskan wisata heritage sebagai konsep wisata terpadu yang terus dimatangkan Konsorsium Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemkab Malang dan PT Intelegensia Graha Tama (IGT) Singhasari Graha Residence.

Nantinya, dengan latar belakang kerajaan Singhasari (Singosari), juga akan disiapkan kluster untuk techno Park. Sebuah konsep yang tidak jauh beda dengan silicon valley, kawasan techno park yang lokasinya tak jauh dari Dusseldorf, Jerman yang dianggap memiliki kemiripan dengan Singosari.

Tak hanya itu, kawasan yang terletak di lereng Gunung Arjuna ini, akan didirikan Hotel bintang lima, juga Rumah sakit dengan spesikasi khusus. Untuk rumah sakit ini akan bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Korsel. Bila terealisasi, orang Indonesia tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar negeri di Singosari juga bisa.

KEK Polowijo juga tak mau kalah. Rencana pengembangan Holtikultura PT Polowijo Gosari seluas 2000 ha terus digeber. Polowijo Gosari yang berpusat di Jalan Raya Ujungpangkah ini berdiri sejak 11 Mei 1978.

Sebagai Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha mulai dari pertambangan kapur, pembuatan pupuk dolomit serta sebagai perusahaan agrobis yang mengembangkan produk buah-buahan dan holtikultura.

Di KEK Polowijo, akan disiapkan paket wisata industri dalam format city tour. Wisata industri dengan menyanbangi Polowijo dan mengenal seluk beluk jndustri, mekanisme produksi barang. Selain itu, di tengah-tengah perkebunan inti, akan dibangun sekolah yang meneliti tentang holtikultura dan diharapkan menjadi pusat Holtikultura di Indonesia. Gresik pun siap mengubah image kota industri dari penebar polusi menjadi tempat tujuan rekreasi.

"Keduanya sudah memiliki tiga aspek di atas. Dan dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus ini maka akan dapat Incentive dari pemerintah. Untuk mewujudkan sebuah kawasan pariwisata sebagai KEK memang tidak mudah. Perlu semangat Indonesia Incorporated, semua stakeholeder harus terlibat di dalamnya. Selain itu, wilayah KEK itu nanti harus memiliki sesuatu yang punya nilai lebih, yang lebih wow dibandingkan kawasan wisata lain, katanya.

Kebetulan, Singosari dan Gresik memiliki jarak yang dekat dengan Surabaya dan bisa menjadi destinasi baru untuk menambah pasokan wisatawan mancanegara. Keuntungan Singosari dan Gresik dekat dengan pasar utama, Surabaya memiliki pendapatan per kapita tinggi. Apalagi dari Surabaya bisa ditempuh kurang dari dua jam, ujarnya. (*)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved