"Itulah masalahnya. Mereka terlalu berpengalaman. Nanti mereka tahu mana kebijakan yang masuk akal dan mana yang tidak."
Rakyat Ababa pun bingung. Mereka melihat seorang guru kontrak yang telah mengajar selama 15 tahun harus bersaing dengan lulusan baru yang bahkan masih mencari ruang kelas menggunakan aplikasi peta.
Seorang perawat kontrak berkata sambil tertawa pahit:
"Hebat sekali negeri ini. Ketika kami belum punya pengalaman, kami ditolak karena tidak berpengalaman. Setelah kami berpengalaman, kami ditolak karena ternyata pengalaman tidak diperlukan."
Akhirnya rakyat menyimpulkan bahwa di Negeri Ababa, pengalaman adalah barang mewah yang hanya dihargai setelah pemiliknya pensiun.
Konon, jika seekor kuda kerajaan telah menarik kereta selama belasan tahun, Pejabat Goblok akan menggantinya dengan anak kuda yang baru belajar berjalan, lalu mengadakan konferensi pers tentang pentingnya regenerasi.
Dan begitulah Negeri Ababa berjalan. Bukan karena kebijakan yang bijaksana, melainkan karena rakyatnya terlalu kuat untuk menyerah meski sering dibuat heran oleh para pengurus negeri.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
535
Bandar Lampung
504
Bandar Lampung
990
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia