Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Keterbatasan Bukan Penghalang, Mahasiswa Difabel ini Raih Disertasi Terbaik di Wisuda UIN Raden Intan Lampung
Lampungpro.co, 17-Oct-2025

Febri 45730

Share

Supron Peraih Disertasi Terbaik di Wisuda UIN Raden Intan Lampung | Lampungpro.co/Dok UIN

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Ketekunan dan semangat belajar tanpa batas ditunjukkan oleh Supron Ridisno, mahasiswa difabel dengan keterbatasan penglihatan, yang berhasil meraih disertasi terbaik pada Wisuda Periode III Tahun 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di GSG KH Ahmad Hanafiah UIN Raden Intan Lampung pada Kamis (16/10/2025), Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., secara resmi menobatkan Supron sebagai penerima penghargaan disertasi terbaik.

Supron merupakan lulusan Program Doktor Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Pasca Sarjana UIN Raden Intan Lampung, dengan disertasi berjudul "Kebijakan Pemerintah Daerah Guna Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Provinsi Lampung."

Melalui riset kualitatif deskriptif, ia menyoroti implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang pendidikan inklusif dan ketenagakerjaan.

Supron menemukan bahwa meskipun kebijakan sudah tersedia, masih banyak tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan tenaga pendidik profesional, akses terhadap media pembelajaran, serta minimnya pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Menuntut ilmu itu tidak ada batasnya, jadi saya ingin mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, salah satunya melalui pendidikan S3," kata Supron Ridisno.

Supron mengaku awalnya tidak berencana menempuh program doktor, namun takdir membawanya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat tertinggi. Dari proses tersebut, ia merasa mendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam mendorong kebijakan pemerintah daerah, terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

"Kita punya Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Tapi yang penting bukan hanya regulasinya, melainkan bagaimana pelaksanaannya di lapangan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Supron.

Supron yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SLB Fitrah Insani Bandar Lampung merasa bersyukur, karena selama studi mendapatkan dukungan penuh dari dosen, rekan mahasiswa, dan staf kampus.

Dalam menyelesaikan studinya, Supron memanfaatkan teknologi seperti program pembaca layar dan buku digital, yang membantunya mengakses jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional.

Dengan dukungan teknologi itu, ia bisa menyelesaikan semua tugas dan akhirnya disertasi ini. Supron juga berpesan kepada sesama penyandang disabilitas, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan.

Didampingi istri tercinta, Lia Rozana, Supron menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan aksesibilitas yang layak bagi mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi. Ia berharap ke depan UIN Raden Intan Lampung semakin memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas, melalui unit layanan khusus.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Raden Intan Lampung mengukuhkan 1.587 wisudawan yang terdiri dari program sarjana, magister, dan doktor. Sidang Senat Terbuka ini dipimpin oleh Ketua Senat Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., sementara pembacaan SK Rektor dilakukan oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag.

Dari jumlah tersebut, ada enam lulusan berasal dari program doktor, 44 lulusan dari program magister, dan sisanya dari program sarjana. Ada pun rinciannya, 690 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), 216 dari Fakultas Syariah, dan 130 dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

Lalu 100 dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), 230 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 36 dari Fakultas Adab, 30 dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), serta 105 dari Fakultas Psikologi Islam.

Kisah Supron Ridisno menjadi bukti, keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat dan ketekunan, pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa pun yang mau berjuang dan berkomitmen. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

855


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved