Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lewat PKM, Dosen Polinela Dorong Pemberdayaan Perempuan Desa Wiyono Lewat Inovasi Buak Tart Pala
Lampungpro.co, 24-Jun-2026

Sandy 994

Share

Tim dosen Polinela saat Pengabdian Kepada Masyarakat di desa Wiyono, Pesawaran | LAMPUNGPRO.CO/Ist

PESAWARAN (Lampungpro.co) : Upaya pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal kembali dilakukan dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengolahan Buak Tart Kue Khas Lampung Berbasis Pala Komoditas Unggulan Desa Wiyono”.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Polinela dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kapasitas usaha perempuan pedesaan. Tidak hanya fokus pada pengolahan produk, kegiatan ini juga menyasar peningkatan kualitas kemasan, penguatan pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha bagi kelompok perempuan di desa.

Desa Wiyono sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pala di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Komoditas ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, sehingga dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin Ketua Tim, Dr. Ir. Widia Rini Hartari, S.T.P., M.Si., bersama Dr.Ir. Zukryandry, S.T., M.Si.; Ir. Ersan, M.T.A.; Ir. Martina Anggi Silova, S.T., S.Pd., M.T.; Zuhrotul Mujayanah, S.Tr.P., M.T.P.; Siti Herdianti Elza, S.P., M.Si.; Ir. Ailsa Azalia, S.T.P., M.T.P.; Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si.; Ir. Febrina Delvitasari, S.T.P., M.Si.; Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T.; Tinda Yuvita, S.Gz., M.Tr.P.; serta Bigi Undadraja, S.T.P., M.Si.

Mereka hadir memberikan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari, yang menjadi mitra utama dalam program tersebut.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wiyono, Marlina Pujiastuti, serta Ketua KWT Mentari, Sunari, bersama para anggota kelompok. Kolaborasi antara perguruan tinggi, penyuluh, dan kelompok masyarakat ini menjadi kekuatan penting dalam mendorong lahirnya usaha berbasis komoditas lokal yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan Buak Tart Pala, mulai dari persiapan bahan baku, penyusunan formulasi adonan, teknik pengolahan, hingga proses menghasilkan produk siap konsumsi. Olahan ini dirancang sebagai inovasi pangan berbahan dasar pala yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan pala dalam bentuk konvensional.

Melalui pendekatan learning by doing, para anggota KWT Mentari tidak hanya diperkenalkan pada resep dan teknik pengolahan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga konsistensi mutu produk. Dengan begitu, produk yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Widia Rini Hartari, menjelaskan bahwa pengembangan Buak Tart Pala merupakan salah satu strategi diversifikasi produk berbasis komoditas unggulan desa. Menurutnya, pala selama ini tidak hanya bernilai dari biji dan fuli yang banyak dikenal sebagai komoditas ekspor, tetapi juga berpotensi diolah menjadi produk pangan inovatif yang menyasar pasar lebih luas.

“Melalui inovasi ini, kami ingin mendorong agar komoditas pala tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya perempuan di desa,” ujar Widia.

Selain praktik pengolahan produk, peserta juga mendapatkan materi mengenai smart packaging atau kemasan cerdas sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Materi ini meliputi pemilihan bahan kemasan yang tepat, pembuatan desain label yang menarik, pencantuman informasi produk sesuai regulasi, hingga penggunaan kemasan yang dapat membantu menjaga kualitas dan umur simpan produk.

Dalam pelatihan tersebut, kemasan tidak lagi dipandang hanya sebagai pembungkus atau pelindung produk, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi pemasaran. Kemasan yang baik diyakini mampu membangun identitas merek, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus menambah nilai jual produk di pasaran.

Transformasi usaha KWT Mentari juga diperkuat melalui pelatihan pemasaran digital. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.

Peserta juga diajarkan cara membuat konten promosi sederhana namun menarik, teknik fotografi produk menggunakan telepon pintar, pengelolaan akun media sosial, hingga strategi membangun komunikasi yang efektif dengan calon pembeli. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu KWT Mentari memperluas jangkauan pemasaran tanpa terbatas oleh wilayah geografis.

Tak hanya itu, tim pengabdian Polinela juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha. Langkah ini diwujudkan melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pendampingan pendaftaran Sertifikasi Halal.

Legalitas usaha dinilai sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk ritel modern maupun program pengadaan pemerintah.

Ketua KWT Mentari, Sunari, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan tim Polinela. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat dibutuhkan anggota kelompok untuk mengembangkan usaha olahan pala secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Ia berharap, program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan semata, tetapi benar-benar menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi keluarga melalui usaha berbasis potensi lokal. Kehadiran inovasi produk seperti Buak Tart Pala dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi perempuan desa sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas pala yang selama ini menjadi andalan masyarakat Wiyono.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Lampung kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis inovasi dan teknologi tepat guna. Sinergi antara kampus, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Pengembangan Buak Tart Pala bersama KWT Mentari diharapkan tidak hanya menjadi program pengabdian biasa, tetapi juga model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengangkat komoditas lokal menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi. Dengan dukungan inovasi, kemasan, pemasaran digital, dan legalitas usaha, produk olahan pala dari Desa Wiyono diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing UMKM desa di era digital. (***)
Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kontroversi VS Kerja Nyata DPRD Kota Bandar...

Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...

8779


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved