Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lindungi Petani, DPRD Lampung Dorong Harga Hasil Pertanian Dijaga dan Dipertahankan
Lampungpro.co, 09-Feb-2026

Febri 1535

Share

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyasnmenegaskan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung. Dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, dan kopi terus menjadi penopang utama pertumbuhan daerah.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung berasal dari sektor pertanian,” kata Mikdar Ilyas, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung saat ini, sejumlah komoditas strategis telah memiliki standar harga eceran terendah (HET). Padi ditetapkan Rp6.500 perkilogram, jagung Rp5.600 perkilogram, dan singkong Rp1.350 perkilogram dengan potongan rafaksi.

Harga tersebut tidak boleh dibeli di bawah batas yang telah ditentukan. Menurutnya, sebelum kebijakan ini diberlakukan, harga hasil panen kerap dimainkan oleh tengkulak sehingga petani berada dalam posisi tawar yang lemah. Di satu sisi, hasil panen tidak bisa terlalu lama disimpan karena berisiko rusak. Di sisi lain, menjual dengan harga rendah membuat petani merugi.

Mikdar menambahkan, regulasi berupa peraturan gubernur dan peraturan daerah terkait komoditas singkong menjadi langkah strategis dalam melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kebijakan ini diyakini mampu memperkuat daya saing sektor pertanian Lampung di tingkat regional.

Ia optimistis, dengan fondasi kebijakan yang berpihak kepada petani, pertumbuhan ekonomi Lampung berpeluang menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera.

Tak hanya soal harga, Komisi II DPRD Lampung juga terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir. Dukungan bibit unggul, pupuk, hingga sarana produksi dinilai menjadi kunci peningkatan hasil panen. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved