Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

M. Suryo Bangun Masjid Rp1 Miliar di Tanah Kelahiran di Lampung Timur
Lampungpro.co, 16-Jan-2026

Febri 303

Share

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid M. Suryo | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Masjid Batu yang ada di pelosok Lampung Timur, dibongkar oleh beberapa orang, dengan diprakarsai Muhammad Suryo, CEO Surya Grup sekaligus pimpinan perusahaan rokok HS yang berkantor pusat di Yogyakarta.

Sebagian besar masjid itu telah dibongkar sejak beberapa waktu lalu. Masjid akan dibangun ulang dengan total anggaran Rp1 miliar yang seluruhnya dibiayai Suryo.

"Dengan izin takmir masjid dan warga, kami bangun ulang dan perluas. Semoga semakin bermanfaat dan menambah kenyamanan warga dalam beribadah," kata Suryo saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid An Nur, Jumat (16/1/2026).

Masjid Batu atau bernama resmi Masjid An Nur terletak di Dusun 7 Marga, Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Suryo didampingi Distributor HS wilayah Sumatra, Danang Setia, Camat Bandar Sribhawono, Kapolsek, Danramil, dan Kades Sadar Sriwijaya.

Bukan tanpa sebab, Suryo membangun masjid di dusun terpecil itu. Meski tinggal jauh di Yogyakarta, ia sebenarnya warga asli Desa Sadar Sriwijaya, karena 41 tahun silam, Suryo lahir di dusun 7, sebelum dibawa orang tuanya bermigrasi ke Bengkulu.

Saat berada di halaman depan masjid itulah, Suryo kecil setiap hari bermain bersama teman-temannya. Di masjid itu pula, Suryo kali pertama belajar agama.

Masjid itu juga menyimpan kenangan Suryo pada sosok kakeknya, Suparman. Warga desa mengenal kakek Suryo itu sebagai salah satu perintis bangunan masjid yang berdiri pada 1970-an itu.

Ketua Takmir Masjid An Nur, Imam Romaji menceritakan, masjid itu dibangun Suparman dan warga lainnya di atas lahan wakaf seluas 5000 meter persegi. Namun karena keterbatasan dana, lahan yang dibangun hanya 11x11 meter. Seluruh dinding masjid tersusun dari batu kali yang diangkut warga dari sungai sekitar.

Sebagian batu dibelah, sebagian dibiarkan utuh, sehingga kini masjid itu dikenal warga sebagai Masjid Batu, karena bangunan ikonik yang menyimbolkan gotong royong masyarakat setempat.

Sebab ikatan sejarah yang kuat itulah, Suryo meminta izin pada warga dan pengurus untuk membangun ulang masjid itu. Warga pun menyambut antusias.

Masjid Batu memang sudah waktunya direnovasi. Mereka bersyukur, salah satu warganya yang menjadi pengusaha sukses masih ingat pada tanah kelahiran dan masjid tempatnya belajar.

Namun warga mengajukan satu syarat penting yaitu dinding batu dan kubah masjid tidak boleh dihilangkan. "Saya setuju dinding batu dan kubah dipertahankan, sebab itu ikon, jejak perjuangan para sesepuh," ujar Suryo.

Menurut Suryo, pembangunan masjid ini bukan hanya karena kakeknya, melainkan bentuk pengabdian pada tanah kelahiran, sekaligus penghormatan pada sejarah kampung dengan warganya yang berjuang bersama dalam segala keterbatasan.

Suryo pun berharap, masjid yang telah direnovasi nantinya tidak hanya berdiri megah, tetapi juga melahirkan manfaat nyata, karena kalau masjidnya makmur, maka masyarakatnya juga ikut makmur.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Waris Afandi menjelaskan, Masjid Batu bukan sekadar tempat ibadah, bamun juga pusat kegiatan sosial, belajar mengaji, musyawarah warga, kegiatan pemuda, dan aktivitas sosial lainnya.

"Kurang lebih 150 kepala keluarga memanfaatkan masjid ini, jadi ulu hanya 85 persen warga kampung beragama islam, namun kini jumlahnya mencapai 95 persen. Masjid ini mempererat persatuan dan menjaga toleransi, sangat menopang kebutuhan spiritual sekaligus sosial warga," jelas Waris Afandi.

Untuk diketahui, Masjid An Nur bukan masjid satu-satunya yang dibangun Suryo. Puluhan masjid di Jawa dan Sumatera telah dibangun melalui program CSR Surya Group, bahkan Lampung saja sudah ada dua masjid, yakni di Lampung Selatan dan Tulang Bawang.

Selain menaungi perusahaan HS, Surya Group juga memayungi sejumlah unit usaha. Dari konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga industri penerbangan lewat maskapai komersial Fly Jaya.

Perusahaan HS kini diketahui tengah ekspansi di Lampung Timur, sebuah pabrik baru dibangun di sana dengan luas lahan sekitar 2 hektar, yang rencananya akan menyerap 3.000 tenaga kerja. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Apresiasi Guru Bukan Sekadar Berangkat, Tapi Juga...

wisata rohani seharusnya mendekatkan manusia pada nilai kehidupan, bukan...

333


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved