BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya diminta untuk terus meningkatkan karya melalui media sosial sekaligus mengembangkan jiwa technopreneur. Apalagi, media sosial telah mengalami pergeseran esensi dan fungsi.
Dulu media sosial hanya digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Sekarang, media sosial berfungsi sebagai indikator eksistensi seseorang, ruang untuk berkreasi, bebas berpendapat, dan sumber informasi, kata Co Founder Lampung Geh, M. Adita Putra saat menjadi pemateri Talkshow Technopreneur Nasional, di Aula Pascasarajana IIB Darmajaya, Jumat (6/4/2018)
Menurut dia, modernisasi benar-benar telah mengubah kebiasaan masyarakat. Jika sebelumnya penyebaran informasi hanya dilakukan melalui media cetak dan elektronik, kini informasi secara cepat dapat tersebar dengan baik melalui media internet, khususnya media sosial.
Kita bisa menunjukkan eksistensi, menshare karya-karya kreativitas, memberikan pendapat melalui kolom komentar, dan berbagi informasi melalui unggahan foto, video, desain, dan caption menarik di media sosial, kata dia.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini, menjadi salah satu rangkaian Manajemen Fair 2018 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen IIB Darmajaya. Mengusung tema New Era of Digital Marketing, selain Co Founder Lampung Geh, M. Adita Putra, hadir pula pembicara lain yaitu, Director Amalan International Indonesia, Yodhi Kharismanto dan Marketing PT Sinar Asia Perkasa (e-print), Mario Agus Saputra.
Menurut pria kelahiran 1995 itu, sosial media sebagai salah satu media promosi bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain memiliki jangkauan penjualan yang luas dari berbagai kalangan, biaya promosi lebih hemat, efektif menghemat ruang dan waktu. Serta, dapat melakukan kontak dengan konsumen secara realtime.
Namun, berbisnis melalui media sosial juga memiliki kekurangan yakni sangat bergantung pada teknologi, konsep bisnis mudah untuk ditiru, memiliki pesaing bisnis yang lebih banyak, dan kredibilitas penjual menjadi hal yang sensitif.
Ketika konsumen dikecewakan, maka mereka bisa menulis ulasan buruk tentang produk kita di media sosial. Kemudian dibaca oleh orang lain, membuat calon konsumen lainnya menjadi tidak tertarik dengan produk kita. Karena itu, sangat penting menjaga kepercayaan konsumen, kata dia. (REKANZA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16441
EKBIS
9099
Bandar Lampung
6411
169
04-Apr-2025
240
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia