Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Menjahit Potensi yang Tercecer: Revitalisasi Wisata Budaya sebagai Identitas Bandar Lampung
Lampungpro.co, 15-May-2025

Sandy 4200

Share

Reski Meidasari, S.Pd., M.Par., dosen Polinela | LAMPUNGPRO.CO/Ist

Oleh: Reski Meidasari, S.Pd., M.Par.,
Dosen Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung (Polinela)

Selama ini, Kota Bandar Lampung lebih sering dikenal sebagai pusat pemerintahan dan gerbang transmigrasi di ujung Pulau Sumatra. Namun, di balik hiruk-pikuk urbanisasi dan pesatnya pembangunan, kota ini menyimpan harta karun budaya yang luar biasa dari masyarakat adat Lampung Saibatin dan Pepadun.

Sebuah riset terbaru bertajuk "Analisis Sebaran dan Potensi Wisata Budaya Lampung sebagai Strategi Penguatan Kearifan Lokal di Kota Bandar Lampung" mengungkap fakta menarik: terdapat 32 titik potensi wisata budaya yang siap dikembangkan untuk memperkuat jati diri kota.

Sebagai insan akademisi di bidang perjalanan wisata, saya melihat temuan ini adalah "angin segar" sekaligus tantangan besar. Data menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita terbagi dalam empat kategori utama: arsitektur tradisional (58%), kesenian dan kerajinan (18%), edukasi budaya (13%), dan kuliner khas (11%).

Kekuatan utama kita terletak pada warisan arsitektur seperti Lamban Dalom Marga Balak, Lamban Jajar Intan, dan Kedatun Keagungan yang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol filosofi hidup dan gotong royong.

Tantangan Ketimpangan Spasial Namun, ada catatan kritis yang perlu kita perhatikan. Hasil pemetaan spasial menunjukkan adanya ketimpangan sebaran destinasi.

Wisata budaya saat ini masih sangat terpusat (clustered) di kawasan tengah dan barat kota, seperti Kecamatan Kedamaian, Way Halim, Kedaton, dan Rajabasa. Hal ini terjadi karena wilayah tersebut memiliki dukungan infrastruktur dan aksesibilitas yang lebih baik.

Di sisi lain, wilayah seperti Teluk Betung Selatan, Bumi Waras, hingga Sukabumi seolah "terlupakan" dari peta wisata budaya, meski secara sosial memiliki akar tradisi yang kuat. Jika kita ingin membangun pariwisata yang inklusif, pemerataan pembangunan destinasi ke wilayah pinggiran harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi tidak hanya berputar di pusat kota saja.

Digitalisasi dan Konektivitas: Kunci Masa Depan Pariwisata di era globalisasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Salah satu kelemahan yang teridentifikasi adalah lemahnya konektivitas antar-destinasi dan kurangnya integrasi promosi berbasis digital.

Wisatawan yang datang ke satu lokasi sering kali tidak tahu harus ke mana lagi karena ketiadaan informasi paket wisata yang terpadu.
Strategi ke depan harus fokus pada dua hal:
1. Penerapan Teknologi Spasial: Penggunaan peta digital berbasis koordinat GPS—seperti yang dihasilkan dalam penelitian ini—harus diadopsi oleh pemerintah daerah untuk memudahkan wisatawan menjelajah.
2. Narasi Budaya yang Autentik: Kita perlu mengemas kearifan lokal dalam bentuk cerita (storytelling) yang menarik melalui pemandu wisata yang terlatih. Wisatawan tidak hanya ingin melihat "benda", mereka ingin merasakan "pengalaman" budaya.

Pariwisata untuk Pelestarian, Bukan Sekadar Komodifikasi Kita harus ingat bahwa tujuan akhir dari pengembangan wisata budaya bukan hanya soal angka kunjungan wisatawan atau pertumbuhan ekonomi inklusif (SDGs poin 8). Lebih dari itu, pariwisata adalah instrumen untuk menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus arus modernisasi.

Dengan adanya strategi yang terukur, dari revitalisasi rumah adat hingga promosi kuliner seperti seruit dan gulai taboh, kita sedang membangun benteng identitas bagi generasi muda Lampung.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat adat, dan pelaku usaha adalah harga mati agar pariwisata budaya di Bandar Lampung tetap berkelanjutan dan berdaya saing.

Mari kita jadikan Bandar Lampung bukan sekadar kota transit, melainkan kota tujuan wisata budaya yang mampu membisikkan sejarah dan nilai luhur Lampung kepada dunia. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Tepuk Tangan, Air Mata, dan Guru PPPK...

Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...

2217


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved